Judulnya tulisannya sosonoan, karena demikianlah adanya. Sudah lama tidak ngumpul bersama rekan-rekan yang menaungi / memayungi Rumah Belajar Semi Palar. Menjaga, memayungi, mendampingi Rumah Belajar Semi Palar sejak awal perjalanannya dari jauh. Yayasan Pendidikan Semi Palar selama ini memang tidak terlalu aktif - karena memang demikianlah kesepakatannya. Ini juga keunikan Semi Palar karena boleh dibilang, sekolahnya berdiri duluan, kemudian Yayasannya dibentuk, didirikan untuk memayungi Rumah Belajar Semi Palar selain juga untuk keperluan legalitas lembaga.
Yang duduk di Yayasan tentunya orang-orang yang dekat dengan kami. Yang pertama adalah ibu kami, Ibu Peter yang memang kami ajak bergabung dengan membawa peran sebagai ibunya Rumah Belajar Semi Palar. Bagaimanapun, Semi Palar tidak akan berdiri tanpa dukungan keluarga. Sebaliknya, walaupun perannya penting, ayah saya tidak pernah bersedia dilibatkan secara langsung di Semi Palar. Demikianlah beliau yang kami kenali.
Lalu ada teman dekat kak Ine, Anne Nurfarina yang sempat membantu rintisan Semi Palar, Saat bergabung pernah bikin program Bahasa Inggris juga di Semi Palar dengan tajuk Saving The Sun. Tidak lama setelahnya, karena berbagai kesibukannya, Anne juga melepaskan keterlibatannya di Semi Palar.
Terlibat juga teman-teman dari Rumah Nusantara, ruang belajar yang sangat banyak memberikan warna lewat berbagai hal yang sempat saya dapatkan selama berinteraksi di sana - sejak sekitar tahun 1998. Sejauh saya tahu, Rumah Nusantara juga bercita-cita untuk membagikan spirit dan nilai-nilai yang dibawanya melalui dunia anak-anak - karenanya sempat merintis kolaborasi dengan Jendela Ide, dan berbagai komunitas lainnya. Waktu berjalan dan pada tahun 2006 saat kami minta kesediaan Kang Aat, Mas Ipong, mba Santi untuk mendukung kami di yayasan, dengan segera kami mendapatkan kesediaan, dan dari situlah Yayasan Pendidikan Semi Palar dibentuk dan memayungi perjalanan Rumah Belajar Semi Palar dengan segenap dinamikanya sampai hari ini.
Di samping itu Ine dan Lyn juga mengambil posisi di Yayasan - sementara saya sendiri secara formal tidak tercatat di Yayasan karena mengambil peran sebagai Koordinator Utama di Rumah Belajar Semi Palar.
Tak terasa sudah nyaris 20 tahun perjalanan Rumah Belajar Semi Palar. Semi Palar sudah meluluskan beberapa angkatan. Saat ini kakak-kakak yang masuk di angkatan kerja termuda adalah mereka yang seusia dengan teman-teman angkatan pertama Rumah Belajar Semi Palar, Rico, Gio, Cissy dan kawan-kawannya.
Perjalanan Semi Palar juga sudah membawa kami ke tahapan berbagi pengalaman, melalui unit kegiatan Smipa Disada yang sudah beberapa tahun ini dirintis. Tidak pernah menduga bahwa apa yang dulu dirintis bisa membawa kita ke titik ini. Desember lalu, Smipa Disada memberikan pelatihan untuk sekitar 20 orang guru di Maumere, Flores setelah sebelumnya pada bulan Juli memberikan pelatihan kepada rekan-rekan guru dan juga dosen di Weetebula, Sumba Barat Daya. Kesempatan ini juga jadi ruang luar biasa untuk kita bisa melihat ke luar untuk kemudian bercermin ke dalam.
Seluruh proses ini tentunya perlu disyukuri dan kemudian dimaknai sebaik-baiknya. Lebih jauh lagi jadi tantangan kita bersama untuk menjaga keberlanjutan Semi Palar agar sesuai namanya, terus Tumbuh Menjadi Harapan.
Bukan hanya sosonoan, kami baru bubar jam 17.00 setelah kami semua menyampaikan banyak hal yang jadi pemikiran. Tentunya ini jadi cerminan rasa sayang dan perhatian teman-teman di yayasan untuk Semi Palar. Kami juga berbicara tentang kebutuhan lembaga untuk perjalanan dan keberlanjutan ke depan - karenanya Yayasan ini perlu dihidupkan dan bergerak aktif untuk mendukung berbagai kebutuhan lembaga ke depan. Semoga kita bisa. Salam Smipa.