Kalau pernah nonton filem Finding Forrester (saya baru menonton ulang filemnya kemarin malam), kita akan menemukan satu yang scene yang menarik. Filemnya sendiri keren - mengenai anak muda berkulit hitam yang jago maen basket - sekaligus juga jago menulis. Filem ini bercerita tentang interaksi Jamal - anak muda tadi dengan William Forrester seorang penulis besar yang senang hidup menyendiri.
William Forrester sendiri diperankan oleh Sean Connery - aktor kawakan yang - ya... aktingnya keren banget. Perannya sebagai penulis yang nyentrik akhirnya berhasil mendorong Jamal untuk menghasilkan mahakaryamya sendiri - di usianya yang masih sangat muda. William lah yang berhasil menggali potensi Jamal untuk mengekspresikan dirinya melalui menulis - lewat berbagai interaksi mereka di filem itu... Keren...
Sampe di sini dulu aja supaya ga jadi spoiler. BTW, filem ini masih tayang di Netflix. Jadi ya silakan meluncur...
Sudah banyak tulisan mengenai menulis yang disimpan di Ririungan, jadi kali ini saya ingin mengaitkan dengan satu segmen yang sedang saya sedang coba pahami, tentang kerja pikiran dan ruang kesadaran, antara olah pikir dan olah rasa, antara mind dan heart, kurang lebih begitu. Kebetulan menemukan cupilkannya di atas ini, persis di bagian yang membuat saya deg banget, karena "Ya ampun, kok muncul lagi penjdelasannya di sini..."
Singkat kata, di filem itu William bilang, "The first draft you write with your heart." Kemudian William juga menambahkan, "Thinking comes later",,, Wow... Bagi saya ini luar biasa. Ungkapan-ungkapan William - yang memerankan penulis seorang besar menggarisbawahi bahwa menulis itu pertama-tama bukan proses berpikir.
Hal ini menjelaskan juga kenapa dari pengalaman sekian lama di AES, sulit sekali mengajak rekan-rekan untuk menulis. Dugaan saya ya jadi terjelaskan, karena kita semua salah memulainya, kita mencoba menulis lewat berpikir. Begitu berpikir, potensi besar yang kemudian muncul adalah overthinking, dan seperti adegan di filem tadi, Jamal juga terlihat ragu mulai karena dia berangkat dari ruang berpikir...
Mudah-mudahan tulisan pendek ini juga menjelaskan tentang olah rasa dan olah pikir. Memahami bagaimana kerja pikiran manusia dan bagaimana semestinya olah pikir itu ditempatkan - dalam kehidupan kita sehari-hari... Semoga tulisan ini bermanfaat. Salam.