Beberapa waktu lalu, saat mencari beberapa informasi di Internet, saya menjumpai gambar di bawah ini. Gambar yang segera menarik perhatian saya. Tanpa banyak pikir, saya unduh dan saya simpan di hape saya.
Hari ini saya ingin menuliskan sesuatu tentang ini. Kenapa menarik perhatian saya, pertama-tama karena gambar ini adalah dokumentasi dari 60 tahun silam, kedua, gambar ini sangat mewakili apa yang banyak saya pikirkan belakangan ini. Esai saya yang berjudul "Memahami Manusia" adalah salah satu catatannya. Berkebalikan dengan gambar di atas, di tulisan saya, saya menempatkan gambar gorila yang sedang berpikir.
Hehe, supaya lucu aja ya ditangkapnya, seakan-akan sang gorila sedang berpikir dan berusaha memahami manusia. Karena manusia itu kan aneh, katanya pandai, makhluk paling pintar, tapi paling banyak bikin kerusakan di alam juga selalu ribut satu sama lain - bahkan sampai perang dan saling menghancurkan... Silakan klik gambar atau judul di atas ini untuk membaca catatan saya.
Kembali ke gambar di atas tadi, menarik banget ya. Selain bahwa 60 tahun silam, siapapun yang membuat exhibit di atas, sudah menyadari betul bahwa manusia itu ga bener... Bahkan di dalam exhibit itu, dituliskan bahwa makhluk yang ada di dalam exhibit itu adalah 'binatang paling berbahaya di dunia. Lucunya kan yang dipasang hanya sebuah cermin. Cermin yang akan memantulkan siapapun yang kebetulan berdiri untuk menyaksikan apa yang ada di dalam exhibit tersebut. Duh ini kan dalem banget ya. Sekaligus out of the box. Karenanya saya suka banget gambar di atas ini.
Hal kedua yang menarik adalah tentang cermin. Bukan kebetulan, Semi Palar banyak menempatkan proses refleksi di dalam proses pembelajaran di kelas. Berrefleksi, bercermin diri - adalah salah satu hal yang sangat penting dalam proses manusia mendewasakan dirinya. Kita tau manusia adalah spesies yang punya volume otak terbesar di antara makhluk lainnya - tapi kenapa pula dia malah jadi berbahaya? Saya pikir jawabannya adalah tentang kesadaran. Dalam konteks Semi Palar kesadaran dipilah menjadi tiga dimensi : Sadar Diri, Sadar Lingkungan dan Sadar Tujuan. Karena kepandaian tanpa kesadaran sangat berpotensi membawa keburukan.
Saya pikir gambar di atas ini membawa pesan yang mendalam buat kita - dan tentunya perlu kita refleksikan dalam-dalam. Jawabannya saya yakini ada tertanam di dalam nurani kita. Selanjutnya dalam konteks pendidikan, tentunya kita juga tahu ya hal apa yang terutama perlu kita tumbuhkan di dalam kedirian anak-anak kita - supaya mereka tidak lagi 'membahayakan' saat mereka jadi manusia dewasa. Salam.
Photo by Dids: https://www.pexels.com/photo/spooky-woman-with-smeared-paints-on-face-5777534/
Bagus banget ide Bonbin Bronx itu.