Sore ini, setelah sekian lama kemarau memanggang Bandung, akhirnya hujan turun juga. Peristiwa yang sangat dinanti. Entah berapa lama sudah hujan tidak menyapa. Yang terasa adalah panas yang menyengat, debu berterbangan, sinar matahari yang tajam menusuk ke kulit badan kita. Sangat tidak nyaman. Rata-rata suhu Bandung siang hari sudah berkisar di 32-33 derajat celcius. Ngeri sekali. Dulu suhu 27 derajat adalah suhu yang sangat panas buat orang Bandung. Suhu Bandung harian bukan lagi anomali - sekarang setiap hari suhu Bandung memang sudah sangat panas. Kabarnya suhu Jakarta sudah mencapai 41 derajat celcius. Suhu yang dulu kita dengar sebagai suhu rata-rata berbagai tempat di jazirah Arab sana. Duh, mengerikan.
Saya mengalami di waktu saya kecil, kalau kita pergi ke Braga, suhu sangat dingin. Saya masih ingat kabut masih turun di tengah kota Bandung kala itu. Sore ini hujan mengguyur kota Bandung cukup merata - kata driver GoJek yang mengantar saya pulang. Beliau bilang hujan juga turun di Pangalengan, wilayah di Selatan Bandung. Alhamdulilah. Sesuatu yang sangat disyukuri.
Sebelum saya pulang, di depan bengkel, Micha, Nara dan Oi menghampiri saya. Saya amati, mereka tanpa alas kaki, bagian bawah celana panjang mereka dalam kondisi basah, walaupun celana sudah mereka gulung. Rambut mereka juga sama, basah... Saya tanya, "Kalian dari mana? Abis ngapain?" Mereka menunjuk ke area SD, sambil tersenyum lebar, mereka bilang, "Kita abis main air kak!" "Kan sudah bertahun-tahun ga hujan, kita main air dong... merayakan kehidupan". Saya tersenyum mendengar kata-kata mereka.
Bicara tentang hujan, saat hujan turun dan menerpa tanah yang kering, aroma yang khas memang selalu muncul. Aroma ini yang disebut Petrichor. Saya sangat suka aroma ini. Saya selalu berusaha menangkap aroma ini, entah kenapa aroma ini selalu membuat saya tersenyum. Seperti hari ini. Tentu saja. Bumi saja merayakan hadirnya hujan dengan menghembuskan aroma yang harum. Saya juga pernah baca, aroma ini timbul karena ion negatif yang terbentuk saat air hujan dari atmosfir bumi jatuh di atas tanah yang kering atau panas karena matahari. Apapun itu, saya sangat menyukainya.
Terima kasih sang hujan sudah hadir lagi. Tulisan ini adalah cara saya mensyukuri hujan sore tadi. Seperti Micha dan teman-temannya yang bermain air... Sesederhana itu kita bisa merayakan kehidupan. Salam.
Photo by Aleksandar Pasaric: https://www.pexels.com/photo/silhouette-and-grayscale-photography-of-man-standing-under-the-rain-1530423/