Kemarin sore kelompok Brantas (K-8) berangkat untuk melaksanakan Perjalanan Besar. Program Kojo jenjang SMP yang sejauh pengalaman dari tahun ke tahun jadi kegiatan yang ditunggu baik oleh anak-anak maupun oleh orangtua.
Sehari sebelumnya saya diminta oleh kak Bayu dan kak Laras untuk memberikan pengantar sebelum keberangkatan. Tujuan perjalanan besar kali ini memang bagi saya pribadi cukup spesial. Dari beberapa tempat yang akan dieksplorasi, ada dua titik yang akan dikunjungi yang bagi saya pribadi dan sejarah Semi Palar punya peran cukup besar.
Hal itulah yang saya coba sampaikan kepada teman-teman Brantas sebelum berangkat. Supaya terasa ada koneksi antara beberapa tempat tujuan dan mudah-mudahan juga lebih besar kepenasaranan mereka terhadap apa yang akan mereka temui nanti. Jadi saya berusaha memberikan teaser supaya mereka berusaha lebih peka terhadap hal-hal apa yang bisa mereka temui. Prolog saya sederhana, kedua tempat ini adalah dua tempat yang paling keren yang pernah saya kunjungi, yang pertama Pasar Papringan Ngadiprono di Temanggung kemudian Bumi Langit Institute di Imogiri, Jogja.
Perjumpaan saya dengan pak Iskandar dan komunitas Bumi Langit Institute adalah pertemuan yang meyakinkan saya untuk merintis KPB - lanjut merealisasikan gagasan SMA Semi Palar setelah menginap di sana selama 3 malam. Waktu itu tahun 2014. Dan dalam kesempatan itu juga saya berkenalan dengan mas Singgih - tidak lama setelah saya tiba di Bumi Langit. Perjumpaan yang sangat berkesan karena setelahnya, 3 tahun setelahnya, saya pergi ke desa Kandangan, ke tempatnya mas Singgih (Spedagi) mengantarkan Rico untuk magang di bawah bimbingan mas Singgih dan mbak Siska - 2 bulan sebelum pembukaan Pasar Papringan Ngadiprono yang perdana. Karena proses Rico itu saya berkesempatan membantu dan hadir di pembukaan Pasar Papringan yang sungguh-sungguh menggoreskan kesan mendalam bagi saya. Ini yang saya sampaikan kepada teman-teman kelompok Brantas. Semoga mereka mendapatkan kesempatan yang sama buat mereka dan para kakak pendamping.
Tidak ada peristiwa kebetulan, setiap peristiwa dan perjumpaan pasti membawa makna. Menemukan makna adalah mengaitkan kepingan demi kepingan pengalaman akan membantu kita untuk meyakini ke mana arah perjalanan kita selanjutnya. Bahwa hari ini teman-teman kelompok Brantas sedang berada di Ngadiprono, saya pikir ini sesuatu yang bukan sekedar sebuah kebetulan. Tugas kitalah untuk menemukan koneksi sekaligus pemaknaannya. Bagi saya ini adalah salah satu esensi dari penemuan spiritualitas kita. Eksplorasi dalam pengalaman kehidupan yang dibawa ke dalam implorasi (penjelajahan ke dalam - entah apakah diksi ini ada atau tidak). Eniwei, ini adalah catatan saya malam ini - untuk merefleksikan interaksi saya dengan kelompok Brantas, dua hari lalu. Semoga tulisan ini bermanfaat. Salam.
Photo by Simon Hesthaven: https://www.pexels.com/photo/man-standing-infront-of-forest-768267/