AE S14 Desain Pikiran
Zacky Hudaya
Sunday August 15 2021, 10:01 AM

Hari Jumat ini kami seperti biasa melakukan olahraga rutin secara mandiri di rumah masing-masing. Hari ini kegiatan kami sedikit berbeda karena kami menigkuti kelas semesta mengenai Design thinking. Design thinking sendiri adalah proses berulang dimana kita berusaha memahami pengguna, menantang asumsi, dan mendefinisikan kembali masalah dalam upaya mengidentifikasi strategi dan solusi alternatif yang mungkin tidak langsung terlihat dengan tingkat awal pemahaman kita. Pada saat yang sama, Design Thinking menyediakan pendekatan berbasis solusi untuk menyelesaikan masalah. Ini adalah cara berpikir dan bekerja serta kumpulan metode langsung. Design Thinking juga membantu kita dalam proses bertanya salah satunya seperti mempertanyakan masalah, mempertanyakan asumsi, dan mempertanyakan keterkaitannya.

   Design Thinking sangat berguna dalam mengatasi masalah-masalah yang tidak jelas atau tidak dikenal, dengan melakukan membingkai ulang masalah dengan cara-cara yang berpusat pada manusia, menciptakan banyak ide dalam brainstorming, dan mencoba langsung dalam pembuatan prototype dan testing. Design Thinking juga melibatkan eksperimen yang sedang berjalan salah satunya dalam  membuat sketsa, membuat prototype, testing, dan mencoba berbagai konsep dan ide. Dalam membuat Design thinking sendiri tidak asal karena memiliki beberapa tahapan khusus agar dapat berjalan dengan lancar pada saat proses pembuatan. Design thinking sendiri memiliki empat tahapan salah satunya empathise yang berarti empati, define yang berarti mendefinisikan, ideate yang berarti membentuk pengertian dalam mengidentifikasi solusi baru untuk pernyataan masalah yang kita buat, dan terakhir yaitu prototype.

  Langkah pertama yang harus dilewati adalah empathise, atau berempati kepada pengguna. Empati bisa dilakukan dengan cara memperhatikan mengobservasi, mengapa seseorang melakukan hal tertentu. mpati memungkinkan pemikir desain untuk mengesampingkan asumsi mereka sendiri tentang dunia untuk mendapatkan wawasan tentang pengguna dan kebutuhan mereka. Selama tahap Define, kita mengumpulkan informasi yang telah kita buat dan kumpulkan selama tahap Empathise. Disinilah kita akan menganalisis pengamatan dan mensistesisnya untuk menentukan masalah inti yang telah diidentifikasi. Kita harus berusaha menidentifikasi masalah sebagai pernyataan masalah dengan cara yang berpusat pada manusia. Selama tahap ketiga dari proses Design Thinking, pembuat siap untuk mulai menghasilkan ide. Kita telah tumbuh untuk memahami pengguna dan kebutuhan mereka di tahap Empathize, dan kita telah menganalisis dan mensistesis pengamatan berakhir dengan pernyataan masalah yang berpusat pada manusia. Dengan latar belakang yang kuat, kita dan anggota tim dapat mulai “berpikir di luar kotak” untuk mengidentifikasi solusi baru untuk pernyataan masalah yang dibuat, dan kita dapat mulai mencari cara alternatif untuk melihat masalah.

   Pada akhir tahap ini, kita memiliki gagasan yang lebih baik tentang kendala yang melekat pada produk dan masalah yang ada, dan memiliki pandangan yang lebih jelas tentang bagaimana pengguna yang sebenarnya akan berperilaku, berpikir, dan rasakan ketika berinteraksi dengan bagian akhir produk. Prototype ini sendiri adalah sejenis sampel produk atau konsep yang sudah diperkenalkan sebelumnya.

You May Also Like