Pemaknaan hal yang disyukuri.
Kurang lebih aku berada di fase ini sudah cukup lama semenjak aku berada di circle SMA. Selama ini aku mendengar berita-berita di jama sekarang yang lagi maraknya akhir-akhir ini khasus pandemi. Pandemi Virus Covid19 atau Corona. Dulu semenjak berawal dari pandemi ini yang aku ketahui adalah sebuah virus mematikan yang berasal dari China, tepatnya di Kota Wuhan. Awal-awal Tahun aku mengetahui berita tersebut yang beredar dari media sosial dan internet. Yangdimana beredar bahwa berita-berita virus yang mematikan berasal dari mengonsumsi makanan liar dalam arti seperti kelalawar. Disana banyak berita beredar bahwa banyak orang-orang disanah terpapar virus dan seketika mereka terjatuh tergeletak ke dasar tanah dan kejang-kejang yang merusak jalur juga pernapasan. Banyak video beredar yang membuat aku melihatnya seperti serem sekali, seperti di film-film zombie bahwa terlihat kota di China sudah melakukan seperti pembatasan kegiatan full. Terlihat banyak pegawai di rumah sakit dan di jalan menggunakan full APD dan juga peralatan yang membuat aku terkejud karena terlihat di video bahwa bumi sedang tidak baik-baik saja tentunya. Awal mula aku mengenal virus ini memang di kenyataan seperti hari-hari biasanya di Indonesia dan juga di sekitar lingkunganku. Aku dan lingkunganku berkegiatan seperti biasa saja pada umumnya sekolah dan juga lain-lain. Selang beberpa minggu dikabarkan oelh berita TV nasional bahwa Virus COvid ini sudah menyebar ke bebera negara dan harap berwaspada untuk Indonesia. Lalu, jelang beberapa hari dikabarkan ada 2 orang wni yang terpapar Virus ini. Dan disitulah aku dan lingkunganku merasa takut hingga wapada. Jelang beberapa hari Sekolah dibubarkan oleh pihak berwajib dan juga mengganti ke aktifitas pembelajaran online demi menjaga kewaspadaan. Disitulah semua warga di Indonesia dengan heboh karena merasa takut, terjadilah semacam faktor-faktor yaitu panik buying. Dimana semua orang membeli keperluan banyak untuk kepentingan sekeluarganya.
Singkat cerita sekareang aku masih berada di Bumi, dan sehat sertamulya. Dimana saat awal panemi aku berada di kelas 9SMP dan sekarang sudah naik berada di kelas 11SMA. Waktu terus berjalan dengan cepat. Akhir-akhir ini setelah sempat sedikit mereda dan mengalami kenaikan jumlah orang yang terpapar covid,kali ini saat itu memang banyak kenalan ku,keluargaku terkena virus tersebut covid. Tetapi keajaiban Tuhan yang maha kuasa, aku dan keluarga ku tidak pernah terpapar dari awal hingga sekarang pure. Karena memang Tuhan masih sayang terhadap aku. Bersyukur sekali karena masih baanyak sekali orang diluarsana yang tidak terfasilitaskan antaralain dengan kebutuhan hidup selaama pandemi.
Semoga apa yang kita lakukan kita bersyukurlah karena memang diluarsana masih banyak yang ingin seperti kita, alangkah baiknya dengan ajaran-ajaran yang aku pelajari di kepercayaanku adalah cinta kasih. BErbuat baik terhadap makhluk hidup dan juga memang orangtuaku mengajarkan untuk berbagi sesama. Contoh bisanya kegaiatn rutin keluagaku dan juga mengikuti sebuah semacam komunitas, aku sempat mengalami apa yang namanya berbagi karena berbagi itu indah. Misal berbagi sembako, mengunjungi panti asuhan dan juga hal sepele yang aku spontan melakukannya yaitu berbagi sepeserpun kepada mungkin yangdibilang orang yang membutuhkan.
Tidak tahu mengapa, selama aku mengikuti dan mencoba untuk melakkukannya, hati aku merasa tersenyum dan lega karena tidak tahu mengapa, sama seperti aku di SMP setiap-tiap aku datang pagi berawal dari berbalas dengan menyapa dan senyuman aku lebih mengambil seperti perasaan yang lega, enjoy, hatiku merasa tersenyum. Karena diawali dengan senyuman pagi terkadang apa yang kita lakukan bisa menjadi enjoy gitu.
Sekian ceritaku, Terima Kasih