"Did you see the box on my desk?" tanya Lauren ketika saya mampir di Bakeshop tadi pagi.
Ada sebuah kotak berwarna putih dengan nama saya tertulis besar-besar di atasnya. Saya buka dan di dalamnya ada 6 potong sticky buns. Lacey, salah seorang pastry chef yang bekerja di sana telah membuat itu untuk saya. Mereka tahu bahwa saya tidak akan pernah dapat makan kue semacam itu di tempat lain karena biasanya mengandung kayu manis yang tidak bersahabat dengan tubuh saya. Jadi setiap kali mereka membuat makanan itu untuk disajikan di dining center, mereka akan membuat beberapa tanpa kayu manis. Besok adalah hari terakhir saya, sehingga mereka berusaha membuat yang khusus. Ah.. mereka sangat baik. Saya berusaha menekan perasaan agar tidak terpengaruh dan terharu dihadapan mereka.
Hari ini menginjak 2 hari terakhir sebelum saya berhenti bekerja. Sepertinya banyak sekali rekan-rekan kerja yang menganggap kehadiran saya selama ini sebagai sesuatu yang baik sehingga menjelang akhir, banyak yang berusaha membuat hari-hari saya spesial dengan cara mereka masing-masing, seperti Lacey dan Lauren yang membuatkan saya sticky buns. Lalu rekan-rekan kerja saya berusaha menemani makan siang.
"Jo selected the place for his second last day, so we have to be there." Itu yang dikatakan oleh salah seorang kolega saya di tempat kerja. Ada 3 meal system coordinator, saya salah satunya. Jadi kami semua makan siang bersama di tempat yang saya pilih ditemani Garrett, Food Safety and Quality Assurance Specialist.
Ya, semua orang terasa menjadi sangat baik pada diri saya, dan itu seringkali membuat saya begitu terharu. Salah seorang manager yang juga merupakan notaris publik sudah 2 kali membantu saya untuk notarisasi beberapa dokumen yang harus saya lampirkan agar dana pensiun saya di sini dapat dicairkan. Beberapa waktu yang lalu saya menemui dia dan dokumen yang saya miliki sudah dinotarisasi, hanya saja kemudian tersadar bahwa alamat yang saya cantumkan merupakan alamat lama, jadi akan sangat riskan untuk masalah komunikasi ke depan, terutama ketika saya harus menyerahkan bukti pajak di awal tahun depan. Saya membutuhkan alamat baru agar dokumen tidak hilang di jalan. Nah dokumen itu harus saya notarisasi ulang. Pagi ini dia dengan gembira menyanggupi dan saya bertemu lagi untuk kesekian kalinya. "Anything, Jo. Anything you need from me, let me know." Katanya
Saya juga mampir ke Braiden tadi pagi untuk mengingatkan Kano karena dia siang ini ada appoinment dengan dokter gigi. Saya mampir sebentar di beberapa station menyapa teman-teman. Salah seorang cook di situ berkata,"This is all for you!" Katanya sambil menujukkan beberapa saos yang sedang dia buat. Saya tahu besok mereka akan membuat semacam acara makan siang terakhir sebagai sebuah kejutan. Saya tidak mau merusak kejuatan itu, walau sebetulnya saya sudah tahu. Hahahaha.. jadi saya cepat-cepat kabur.
"They are all very excited to do it for you." Kata sahabat saya yang jadi general manager di situ.
Oleh sebab itu saya tidak mau merusaknya dan langsung hengkang dari situ. Besok saya akan bersuaha sebisa mungkin bersandiwara dan bergaya seolah-olah terkejut hahahaha..
"Mas, jangan lupa ya ke rumah hari Sabtu!" kata teman saya juga, mbak Hesti. Dia juga bekerja di Braiden. Saat ini karyawan tetap di sana yang orang Indonesia ada 3 orang yaitu mas Aris sebgai general manager, mbak hesti sebagai salah seorang cook dan Kano. Dulu bahkan ada beberapa mahasiswa Indonesia yang bekerja di sana. Mbak hesti dan teman-temannya warga Indonesia di Colorado akan mengadakan pesta perpisahan. "Nanti ada pastel, bakso,.." katanya sambil menyebutkan beberapa jenis makanan lain yang akan disajikan.
Saya mulai terpengaruh lagi dan terharu, jadi cepat-cepat pergi. Saya begitu beruntung selalu dikelilingi oleh orang-orang yang baik hati. waktu di Hawaii juga begitu, ketika akan pindah ke tanah air, kami berbondong-bondong diantar ke airport dengan menggunakan beberapa kendaraan sebab bawang bawaan kami memang banyak. Besok besok juga ketika akan pulang saya akan diantar beberapa kendaraan, juga karena barang bawaan kami banyak.
Saya langsung ingat Smipa. Hampir 8 tahun yang lalu di kelasnya Kano kami duduk ramai-ramai dan pesta makanan padang. Teman-teman orang tua tahu bahwa makanan Padang akan sulit dijumpai di rantau nanti. Ada betulnya juga walau akhirnya saya menemukan seseorang yang mampu membuat nasi padang seperti di tanah air. Maklum yang membuatnya benar-benar orang padang asli hahaha..
Tidak hanya itu, saya ingat sekali menjelang kepergian Kano dan saya, teman-teman Smipa mengadakan acara makan bebek goreng sama-sama. Nah ini juga spesial karena hingga sekarang 8 tahun kemudian saya belum berhasil menemukan bebek goreng yang saya suka seperti yang terakhir saya nikmati di Smipa.
Saya tidak punya alasan lagi untuk tidak bersyukur. Saya selalu dikelilingi oleh pribadi-pribadi yang luar biasa. saya selalu menyebutnya sebagai beautiful people karena mereka tidak hanya luar biasa tapi juga membuat segala sesuatu yang saya alami beautiful, indah! Karena mereka adalah pribadi-pribadi yang indah!