Pandemi Covid-19 mengubah banyak sekali gaya hidup sehari-hari. Mungkin tidak di semua lapisan, tapi ini yang saya rasakan benar-benar. Segala sesuatu yang berkaitan dengan kontak fisik antar manusia menjadi semakin berkurang. Orang yang dulu berjabatan tangan, sekarang mungkin lebih sering melakukan fist bump atau cara bersalaman dengan menyentuhkan kepalan tangan satu sama lain, dengan demikian kontak menjadi berkurang daripada berjabatan tangan.
Contoh lain yang paling saya rasakan juga adalah penggunaan uang. Entah sejak kapan, saya mulai sangat jarang atau hampir tidak pernah lagi menggunakan uang, baik uang kertas maupun koin. Jika teman bertanya pada saya apakah memiliki cash, maka saya hanya menggelengkan kepala sebab saya benar-benar tidak pernah membawa uang. Segala bentuk transaksi yang saya lakukan menggunakan kartu atau bahkan secara online. Penggunaan kartu juga hampir tidak ada kontak, cukup ditempelkan pada sebuah alat pemindai dan selesai. Tidak ada kontak manusia sama sekali. Sekarang bahkan kartu-kartu kredit maupun debit bisa menggunakan aplikasi di telepon pintar, ketika kita membayar tinggal buka aplikasi lalu ada alat pemindai dan selesai, tidak memerlukan kartu fisik lagi. Membeli kopi di kedai juga begitu, kita menyebut jenis minuman yang kita iginkan, buka telepon pintar, taruh barcode dari aplikasi di bawah alat pemindai, dan selesai. Ingin mengisi dana di aplikasi untuk membeli kopi tinggal tekan beberapa tombol lalu dana berpindah dari rekening di bank atau kartu kredit ke aplikasi. Tid perlu lagi koita ntri di teller bank dengan sebuah formulir penarikan dana kemudian diberi beberapa lembar uang yang kita inginkan, atu tidak perlu juga kita ke ATM.
Apa bedanya dengan menggunakan uang? Ditempat saya tinggal saat ini hampir tidak ada. Semua kartu yang saya miliki tidak dipungut biaya. Kalau dulu ketika mempunyai kartu debit atau kredit, nasabah akan dipungut biaya tahunan. Untung persaingan antar bank dan institusi keuangan sangat ketat sehingga mereka berlomba-lomba menarik peminat nasabah sehingga mereka menghilangkan biaya tahunan, bahkan sekarang mereka menawarkan program cash back atau reward. Bagi saya ini sangat menguntungkan. Saya akan cerita.
Karena untuk belanja kebutuhan sehari-hari saya tidak menggunakan uang lagi, maka saya tentunya memilih menggunakan kartu yang paling banyak memberikan cash back dan reward. Semakin sering digunakan maka semakin banyak reward yang kita peroleh. Poin-poin reward yang kita kumpulkan nanti bisa digunakan untuk belanja atau bahkan untuk membayar tagihan. Buat saya yang tidak menggunakan uang sma sekali, program cash back dan reward ini sangat berguna.
Salah satu kartu yang sering saya gunakan adalah kartu kredit dari perusahaan pakaian. Beberapa saat yang lalu saya mendapat email tentang sejumlah poin yang saya peroleh dari menggunakan kartu itu terus menerus. Iseng-iseng saya melihat websitenya dan berusaha mencari celana untuk ke kantor. Saya sama sekali tidak punya niat membeli, hanya mengisi waktu senggang di kantor. Ternyata memang ada beberapa jenis celana yang saya suka, lalu iseng saya masukkan ke keranjang belanja. Ini semua online loh. Saya juga iseng dan pura-pura check out, sekalian menggunakan poin yang saya miliki. Sesudah pajak ternyata saya hanya perlu membayar sebesar $3 lebih sedikit untuk 4 pasang celana. Wah.. siapa yang tidak senang bisa belanja 4 celana untuk ke kantor hanya dengan membayar 3 dollar. Saya tidak langsung membeli karena tiba-tiba saya ingat Kano dan sebelum saya habiskan poin yang saya miliki, mungkin Kano juga membutuhkan celana. Jadi saya tunda hingga tiba di rumah.
Sampai di rumah Kano tidak langsung menjawab. Padahal saya sudah suruh dia masuk ke websitenya dan memilih yang dia suka. Hingga saat tidur Kano belum juga menentukan pilihannya. Akhirnya saya tunda belanja itu hingga esok harinya. Sepulang dari kantor esok harinya, ternyata daftar belanjaan saya sudah melewati tenggang waktu, jadi harus diulang lagi. Kano tidak juga menentukan pilihan, jadi saya akhirnya putuskan untuk membeli 4 potong celana yang saya mau. Browser Edge yang saya gunakan tiba-tiba memberikan notifikasi bahwa website pakaian itu memiliki beberapa kupon yang bisa digunakan, siapa yang tidak mau? Saya gunakan kupon itu dan ketika check out saya lihat jumlah yang harus saya bayar dengan mata terbelalak. $1.32. Satu Dollar tiga puluh dua sen! Itu untuk 4 buah celana. Bayangkan saja, kapan kita dapat membeli 4 potong celana panjang untuk ke kantor hanya dengan uang sejumlah itu? Jika saya konversikan ke rupiah, anggap saja 1 Dollar setara dengan 16,000, maka saya hanya perlu membayar sebesar 21 ribu Rupiah untuk 4 potong celana. Luar biasa bukan?
Celana-celana itu sekarang dalam perjalanan dan akan saya terima dua hari lagi dengan ongkos kirim gratis! Entah bagaimana perusahaan pakaian besar ini dapat memperoleh untung sebab saya yakin biaya pengirimannya saja tentunya jauh lebih besar dari harga yang saya bayar, apalagi ditambah dengan 4 potong produk pakaian itu. Ini sih sama saja dengan mendapat produk pakaian gratis hahaha.. Oh ya, sesudah transaksi selesai, sya lihat ternyata masih ada sisa reward sebesar $37, jadi sebetulnya saya bisa beli lebih banyak celana lagi, sebab ketika saya lihat di invoice yang saya peroleh, masing-masing celana hanya dihargai 24 sen! hahahaha
Foto credit: Pinterest.com