AES42 Memimpikan Mimpi
wulan bubuy
Tuesday March 29 2022, 10:06 PM
AES42 Memimpikan Mimpi

Suatu hari aku memimpikan anakku bermimpi. Hal ini pernah kualami sebelumnya, dulu sekali sampai lupa persisnya kapan. Aku jadi teringat sebuah film fiksi ilmiah, Inception. Memang tidak secanggih itu sih, hanya terjadi mimpi dalam mimpi, gak menjadi sebuah mimpi yang bisa digarap bersama. Tapi cukup membuat si anak terkesan karena memimpikan dia yang sedang bermimpi dan aku sendiri terhibur karena merasa keren juga bisa mengimajinasikan mimpi anakku. Di sisi lain, mungkin aku menyimpan keinginan kuat untuk memahami apa yang sedang dipikirkan oleh anakku. 

Sewaktu kuliah, dosenku pernah bertanya soal alam bawah sadar, katanya begini "Pernah tidak mengalami momen eureka saat sedang tertidur atau saat terbangun dari tidur?" Kala itu aku yang masih mengecilkan soal alam bawah sadar, merasa mustahil bisa terjadi. Namun, mulai bergeser setelah aku membaca buku yang ditulis oleh Sandy MacGregor, 'Piece of Mind' dan tertarik mempraktikkan sugesti terhadap diri sendiri. Kali pertama itulah aku belajar percaya harapan positif bisa membantu diri untuk melewati hal tersulit. Aku lakukan dalam perjalanan rumah menuju kampus, naik angkot, panik karena kesiangan bangun. Sugestinya cuma, "Jalan, jangan macet, aku gak mau terlambat". Berhasil? Iya sih, yang jika kupikir sekarang sugesti ini tak berbeda dengan do'a. 

Pernah, aku memendam satu keinginan sewaktu kecil sampai akhirnya terbawa mimpi. Keinginan kuat yang ternyata masuk ke alam bawah sadarku. Ketika terbangun aku merasa sangat bersemangat sebab telah menemukan cara untuk mewujudkan hal tersebut. Di lain waktu, ketika ku sudah memiliki banyak usia, aku bermimpi dengan banyak simbol dari kejadian lalu. Menarik, karena aku jadi bisa mengenal pikiranku sendiri, reflektif serta memunculkan perasaan intuitif yang kuat. Jadi sebetulnya memori itu disimpan dimana? Tanyaku kala itu, terlebih saat aku mulai mencaritahu tentang trauma, menjadikan mimpi sebagai sesuatu yang istimewa. 

Dan sampai hari ini aku masih menganggap bermimpi adalah salah satu cara untuk menemukan solusi dengan alasan 'Aha moment' yang berulang kali aku dapatkan saat terbangun. Meski seringkali aku tidak mengingat detil mimpi-mimpi yang pernah terjadi. Hm, mungkin bisa kuanggap sebagai hiburan untuk membersihkan otak, memilih mana yang perlu dan tidak perlu. (Yakali, buy :D)













Foto pinjam dari sini *