Hangat nya sinar pagi ini membuat ku bangun, Pagi ini segar namun badan ini agak aneh?? Yaa, Kakak, Adik dan Ayah aku memang dari kemarin positif terkena corona, sisa aku dan Ibu. Tapi biarlah pikiran buruk ini tidak kupikirkan, jangan berfirasat aneh-aneh. Aku segera keluar dari kamar ini setengah sadar dan membasuh wajah ini. Aku bergegas menyiapkan sarapan untuk Adik Adgar dan Kakakku Haegen. Ya, mereka berdiam di ruang depan, Aku dan Ibu di ruang makan. Aku memasak telur dan nasi untuk mereka, orang dulu berkata kalau sakit jangan makan aneh-aneh. Oi makanan sudah siap, sahutku. Aku menaruh piring di antara ruang dan biar mereka yang ambil. aku pun lari keluar kebun memakan telur yang ku buat sambil berjemur dan membuka masker, bernafas sejenak melihat tanaman kesayangankuu.
(anggrek tebu, anggrek terbesar di dunia)
Setelah menikmati suasana, aku Aku masuk kembali dan mengecek kembali ke dalam. Adikku belum makan, bermain robot transformer dengan asik. Cepat Makan!! sahutku, santai kak akuu masih mau main! Ya sudahlah anak kecil memang dunia main. Di samping Kakakku sedang menonton pertandingan basket, Aku pun ikut ingin menonton seru. Aku jadi ingat, nggak boleh dekat dengan kakak yang sudah terpapar. aduuuh, aku dari kemarin begini. Siang nya, Mimpi buruk itu memang terjadii. Aku mulai lemas dan badan ini terasa panas, melihat itu aku langsung masuk kamar dan beristirahat.