Kalau setiap orang adalah refleksi dan proyeksi diri, bertumbuhlah sampai saat orang lain itu tidak memicu rasa tidak puas dan tidak penuh diri sendiri. Karena itulah saatnya, kepenuhan diri mencapai kecukupannya yang memuaskan. Berkembanglah dengan bebas, yang adalah soal menentukan batasan.
Be the change you want to see in the world. "Sampai kapan?" Pertanyaannya.
Seperti ketika kita melihat perilaku orang yang lain yang begitu-begitu saja, perlu kita terima kalau kita lah yang melihat yang itu-itu sajanya. Juga ketika kita menyaksikan perilaku orang lain yang tidak masuk akal, perlu kita akui lah bahwa akal kita yang tidak muat untuk dimasuki realita yang kita saksikan itu.
Lalu kita membuat tuntutan agar orang lain menjadi lebih baik, cerdas, berdaya, dan bijaksana.
Perubahan bukan soal mengubah, melainkan dengan berubah. Selama masih berkehendak mengubah, selama itulah kita bertahan/tertahan di sini. Setelah mulai berkehendak berubah, barulah pantas dikatakan berjuang. Kemudian menjadi layak, saat diri sendiri sudah menjadi tanpa perlu menjadikan orang lain lagi.
Ketika kita sudah melihat orang lain bukan lagi refleksi sendiri dan proyeksi diri. "Sudah selesai." Jawabannya.