AES10 Kunjungan ke eco camp
Adrien gry
Thursday February 1 2024, 11:45 PM
AES10 Kunjungan ke eco camp

Hari ini saya dan kelas 11 mengunjungi eco camp untuk mencari komunitas yang bisa berkolaborasi untuk sama-sama membuat proyek kolaborasi. Saya bangun telat karena kemarin saya tidak bisa tidur dan baru tidur jam 12 lebih sehingga saat saya terbangun dengan alarm, saya kelelahan dan tertidur lagi. Mestinya di eco camp sudah sampai jam 8.50 an tapi saya baru bangun jam 8.40. Seketika telepon berbunyi, teman saya menanyakan saya dimana, ternyata mereka sudah mau sampai.

Dengan gegabah, saya menyiapkan bekal pagi dengan buah dan ketimus singkong lalu langsung diantar ayah menuju eco camp. Sampai-sampai jam 9 lebih, saya bertemu dengan teman-teman kpb dan kita menunggu sampai jam 10, waktu untuk kegiatan ini dimulai. Saya memanfaatkan waktu ini untuk makan bekal buah naga, pir dan ketimus yang sudah saya bawa sebelumnya.

Setelah makan bekal, kami langsung masuk ke tempat pertemuan. Di sini kami disambut dengan hangat oleh suster2 pengurus kebun, mas Heri, dan juga pak Ben yang mengelola eco camp. Beliau bercerita Eco camp ingin mengedukasi anak muda. Persiapan karakter dan pemahaman ekologi. Menyadarkan manusia masih hidup dari alam. Ada program aktif dan pasif(kegiatan sekolah). Ada program aktif, tahun ini eco camp akan lebih banyak mengundang komunitas2 dari luar. Tidak hanya menyadarkan namun practical merealisasikan di lapangan. Banyak pihak yang bekerja sama lewat media sosial dan membuat workshop bersama-sama dengan eco camp.

Kami sesudah itu berkeliling di bagian aula penyambutan, ada pendopo dan juga tempat makan. Saya jadi ingat saat kelas 5 pernah menginap dan berkegiatan persis di depan pendopo. Ya, di sini ada tempat penginapan untuk kegiatan menginap bagi orang-orang ataupun murid yang mengikuti kegiatan sekolah di eco camp.

Saya juga melihat hal menarik yaitu ada sumur sedalam 5 meter yang penuh dengan air. Pak Ben bercerita kalau sumur ini kemarau pun masih ada air nya karena penyerapan air disini masih baik dikelilingi oleh hutan-hutan dan juga masuh banyak sungai di sekitar eco camp. Sunggub hal yang menarik karena di kota, sumur bor yang minimal harus sedalam 20 meter untuk mendapat air karena penyerapan air di kota rendah karena sudah ditutupi bangunan tinggi.Ā Di eco camp juga mereka menerapkan prinsip integrated farming yang tidak membuang jejak karbon dengan prinsip ini.

Di sini kita mengelilingi rumah magot, rumah pembibitan, tempat menanam dan juga ternak ayam petelur. Pak Ben juga menjelaskan kalau pertanian yang sekarang dilakukan manusia tidak memikirkan nutrisi dalam tanah yang menyebabkan tanah menjadi tandus dan semakin lama tidak subur. Tanah perlu istirahat dan juga diberi nutrisi yang baik agar tetap subur. Belajarlah menghormati tanah karena tanah itu ibu, menyediakan makanan untuk kita. Setelah berjalan-jalan, kami kembali lagi ke tempat penyambutan dan diberi cincau(teksturnya aneh dan berbusa😧) sambil mengobrol bersama. 

Waktu sudah menunjukan pukul 12, saatnya kami pamit dan pulang dengan angkot. Kami berterima kasih dengan eco camp yang sudah menjelaskan banyak kegiatan yang akan dilakukan disini jika kolaborasi ini jadi dilakukan dan disambut dengan baik.

Saya dan Yanuar, Flavi, Kak naufal dan Kak gina naik angkot dago-kalapa setelah berjalan ke jalan utama dari eco camp. Hingga, karena saya rumahnya di simpang dago, saya turun di sana dan balik ke rumah. Itu cerita saya hari ini, terima kasih yang sudah ingin membaca tulisan saya...