Hari ini saya menjejakkan kaki kembali ke universitas yang pernah saya tinggali selama bertahun-tahun setelah sebelumnya selama beberapa saat antri disebuah bakery karena hanya sekedar mengingatkan kembali betapa sedapnya menikmati malassadas. Tahu apa itu malassadas? Itu adalah donut Portugis. Ini adalah donut yang amat sangat spesial karena kelembutannya yang tidak ada duanya! Bentuknya sama sekali tidak menarik, tapi begitu gigitan pertama, kalau tidak ingat kalorinya bisa mencapai 400 per buah, 1 lusin bisa lenyap begitu saja. Terus terang saya sangat kesulitan menjelaskan perbedaan donut ini dengan donut lainnya, sangat amat berbeda dengan donut ragi lainnya, apalagi dengan filling yang unik seperti haupia (custard yang terbuat dari santan) atau disalut bubuk lihingmui (bubuk merah dengan rasa asin dan manis sepeerti bubuk buah), macadamia nut custard dan sebagainya. Ah sepertinya lebih bak berhenti bercerita soal malassadas ini sebab tidak berarti banyak buat mereka yang belum pernah merasakannya dan penjelasan saya sama sekali tidak membantu.

Kami mengunjungi University of Hawaii. Jika dibandingkn dengan CSU di Fort Collins memang jauh lebih kecil dan terlihat kuno. Tapi sejelek apapun, tempat ini punya kenangan yang tak terlupakan. Saya sempat tinggal di asrama yang unik yang konon didesign oleh arsitek terkenal dunia, I.M Pei. Beliau adalah arsitek ternama dan banyak merancang bangunan monumental di seluruh dunia seperti misalnya priramid kaca (Louvre Pyramid) di Paris. Kalau pernah menonton film Davinci Code yang dibintangi Tom Hank, nah bisa bayangkan seperti apa piramid itu. Beliau juga banyak merancang bangunan untuk museum seperti Museum of Islamic Art di Doha, John F Kenedy Presidential LIbrary and Museum di Boston, Place Ville-Marie di Montreal, Canada, dan sebagainya.
Nah gedung asrama yang saya tinggali selama 5 tahun di UH namanya Hale Manoa. Hale artinya Rumah sedangkan Manoa itu nama lembah. Jadi kurang lebih artinya Rumah di lembah Manoa. Bangunan ini sebenarnya ada 12 lantai tapi uniknya ada 4 common area di lantai 3, 6, 9 dan 12. Jika naik lift maka perhentiannya ada di 4 lantai itu lalu ketika keluar dari lift ada berbagai unit dengan anak tangga, jadi jika misalnya di lantai 3, maka anak tangga turun itu lantai 2 dan anak tangga naik itu lantai 4. di Lantai 3, 6, 9 dan 12 hanya ada 2 dapur besar yang bisa dipergunakan oleh semua penghuni, ruangan-rangan untuk belajar dan rekreasi dan hallways untuk menaruh kulkas-kulkas pribadi. Jika ingat blog saya : Jambal, Terasi, Thief and I, https://wordpress.com/post/justjosite.wordpress.com/53 maka akan mengerti mengapa makanan mudah menghilang karena kulkas semua terletak di tempat umum.Juga karena itu Saya naik ambulans untuk pertama kalinya karena Nina terpeleset dan tempurung lututnya cidera gara-gara salah satu kulkas bocor dan tidak terlihat, kejadiannya di salah satu hallway itu. Cyborg: https://wordpress.com/post/justjosite.wordpress.com/69
Memandang gedung itu seperti kembali ke tahun-tahun yang seru. Saya cerita ke Kano sambil makan malassadas bahwa salah satu teman saya hampir celaka karena hampir tertimpa pumpkin raksasa yang tersenggol dan jatuh dari lantai 12 dan hampir menimpa kepala teman saya itu, atau gedung itu hampir kebakaran karena salah seorang mahasiswa dari daratan Tiongkok tidak tahu bahwa aluminum foil tidak boleh masuk microwave hingga meledak. Banyak cerita unik, menarik bahkan lucu yang terjadi di gedung ini. Sayang sedang ada pandemi, jadi saya tidak diijinkan untuk masuk. Padahal ingin sekali saya menunjukkan Kano bagaimana kami pernah hidup bersama-sama dengan ratusan mahasiswa dari segala penjuru dunia. Silakan sebut dari benua mana, sepertinya saya punya teman dari sana. Asia tentu saja! Malaysia, Vietnam, Kamboja, Laos, Philipina, India, Pakistan, China, Nepal, Taiwan, Jepang, Korea, sepertinya hampir semua belum termasuk teman-teman dari kepulauan di samudra pasifik, dari benua Eropa, Australia dan Afrika. Ini adalah 5 tahun yang bukan main. Dan semua saya alami di gedung yang dirancang oleh mr. Pei ini! Suatu saat nanti saya bisa bercerita ratusan peristiwa yang seru selama tinggal di gedung ini. Gedung ini menyimpan banyak cerita, beberapa penghuni-nya malah tokoh-tokoh terkenal Indonesia! Ya, saya sangat beruntung!***