AES 15 ga bisa mikir
Antonio Milo
Tuesday September 13 2022, 7:23 PM

Terkadang otak lelah butuh istirahat. Kita bukan robot yang bisa kerja terus menerus tanpa henti. Namun terkadang otak kita lelah dan tidak bisa mencerna apa yang kita lihat dan kita buat pada saat kita membutuhkan hal tersebut. Terkadang kesal akan hal tersebut namun jika dilihat lagi itu adalah sebuah peringatan untuk resting otak agar tidak sampai stress. Apa yang aku rasakan jika terjadi hal itu adalah, berusaha ingin bisa berpikir keras lagi sebab aku bukan tipe orang yang mengabaikan hal-hal penting terlebih lagi jika itu adalah tanggung jawab yang sudah seharusnya aku kerjakan. Kadang aku mencoba membalikan kembali keadaan otak ku ini agar bisa berpikir kembali seperti biasanya namun ternyata salah itu hanya menguras energi saja. Dengan hal ini aku jujur sedikit bosan karena tidak ada yang bisa aku kerjakaan. Berpikir yang aku maksud adalah mencerna apa yang kita kerjakan dan kita lihat atau baca, mungkin awalnya bisa saja mengerti namun lama kelamaan akan bingung sendiri dengan apa yang kita kerjakan atau baca. Seperti hilang fokus namun ini lupa dengan apa yang telah kita peroleh, kaya orang bilang masuk kanan keluar kiri. Kasarnya seperti itu lah sebab kita membaca dengan serius pun tidak akan masuk materinya.

Terkadang penyebabnya bukan hanya kelelahan namun sudah terlalu banyak yang di pikirkan. Seperti memori card saja jika sudah terlalu banyak menampung hal atau data maka tidak akan bisa masuk kembali. Bagaimana agar bisa masuk ke dalam memorinya? Kita harus menyelesaikan data tersebut agar bisa keluar dari pikiran kita secara alami dengan catatan bukan di hindari atau di tinggalkan namun harus di selesaikan dengan baik. Mengapa demikian? jika tidak menyesaikannya dengan baik dan optimal atau sekedar jadi maka akan datang penyesalaan di akhir yang mana tidak bisa kita ulang waktunya dan malah memperlambat kinerja kita kedepannya. 

Berpikir sudah ada di dalam AES ku yang sebelumnya namun ada beberapa hal yang ingin aku tambahkan. Hal ini aku dapatkan dari bale ajar hari ini, topiknya mengenai logika berpikir. Nah sama kan, sama-sama berpikir. Lalu dijelaskan 3 hal yaitu konsep, proposi dan argumen. 3 hal ini sangat penting ketika ingin membuat suatu keputusan yang dihasilkan dari diri kita sendiri. Proses awalnya adalah konsep, konsepnya seperti apa? Cakupannya, ciri-cirinya seperti apa agar tidak salah konsep dari awal. Setelah itu proporsi atau kita membuat suatu kesimpulan yang menggambarkan konsep tersebut secara umum lalu yang terakhir adalah argumen dimana kita berargumen dengan apa yang telah kita pikirkan dan kita olah, tentunya kita harus mengolah semuanya dengan data dan fakta yang ada ya jadi tidak boleh sekedar berangan angan saja. 
Pola pikir manusia juga ada 2 yang 1 berpikir seacara imajinatif dan spontan dan yang kedua adalah berpikir secara realistis dan di olah lebih lama. 2 pola pikir ini selalu berterkaitan dan harus seimbang namun kebanyakan orang pasti condong sebelah atau dominan. Dari ini aku menjadi lebih terbayang mengenai keberadaan manusia yang saling membutuhkan. Contoh utama ada seseorang yang dominan pola pikir 1 dan dia mengandai andai tentang gedung pencakar langit yang bisa di gunakan sebagai a b c d namun tanpa orang lain yang dominan pola pikir 2 hal itu tidak akan terjadi mengapa? Tidak ada tindak lebih lanjutnya dan tentu teori teori yang di gunakan untuk membuat pondasi yang kuat untuk sebuah gedung lebih banyak terdapat pada pola pikir 2. Dan juga berlaku sebaliknya di mana terlalu realistis hingga tidak ada perkembangan atau inovasi dari pola pikir 1. Ini hanya menurut pendapat pribadi saja sih jadi mungkin berbeda sudut pandangnya.

You May Also Like