AES074 - Kesempatan
Ara Djati
Monday November 11 2024, 6:16 PM
AES074 - Kesempatan

Ada sebuah kutipan dari Stephen King yang awalnya membuatku heran, namun kini, dapat kulihat kebenarannya. Katanya, setiap kali dia menerima surat rejection, dia akan mengumpulkannya dan memakunya pada tembok. Pesannya adalah untuk mencoba, tak peduli gagal atau tidak, karena di antara semua kegagalan itu akan ada-ada saja keberhasilan atau jalan lain. Kita tidak pernah tahu apa yang kita lewatkan.

Aku sering takut untuk mengambil kesempatan, karena takut gagal. Hasilnya, banyak sekali kesempatan yang jadinya terbengkalai, dibiarkan berdebu di pojok. Di pertengahan tahun ini, aku memutuskan untuk mengambil kesempatan sebanyak-banyaknya yang kubisa. Awalnya targetnya sederhana: aku merasa terlalu sensitif terhadap kegagalan, jadi aku mau coba gagal sesering mungkin sampai hatiku jadi tebal. Aku membuat sebuah google sheet berisikan semua kesempatan yang kuambil. Di situ, akan terhitung berapa kali aku dapat rejection. Kalau aku berhasil, aku akan senang. Kalau aku tidak berhasil, tidak apa-apa, karena angka rejection-ku bertambah dan melambangkan berapa banyak proses dan pelajaran baru yang kudapatkan, sebagai pengingat bahwa mengambil kesempatan itu diperlukan.

Jadi, aku mencari banyak-banyak kesempatan. Aku mengirimkan tulisan-tulisanku pada majalah, aku mendaftarkan diri untuk volunteering, aku ikut lomba menulis. Kegagalanku tentu saja lebih banyak dari keberhasilanku. Tapi bagaimanapun juga, rasanya tetap rewarding. Ada banyak kesempatan yang tidak akan kudapatkan kalau aku hanya diam saja karena takut gagal. Tapi ‘gagal’ adalah kotak yang terlalu kaku! Kadang, rejection atau acceptance tidak bisa dilihat secara biner.

Beberapa bulan yang lalu, aku mengirimkan puisiku kepada majalah antropologi bernama SAPIENS yang sudah lama kukagumi. Puisiku ditolak, tapi dalam e-mailnya, aku diajak salah satu editornya bertemu via Zoom untuk belajar lebih banyak tentang puisi antropologis. Ada begitu banyak pelajaran berharga yang kudapatkan – diksi, penggambaran, ritme. Aku juga jadi tahu bahwa ada yang melihat karyaku, melihat potensiku, dan ingin aku mengembangkannya. Ada momen-momen yang akan membuat kerja kerasku terasa worth it, ada orang-orang yang akan mengapresiasiku apa adanya, ada pintu-pintu yang akan terbuka untukku.