Hari ini saya mengikuti sosialisasi cara belajar via daring di sebuah sekolah yang menerapkan blended learning (metode belajar kombinasi offline dan online) yang rencananya anak saya Nayya akan mencoba berproses di sana. Saat moderator menyapa dan menyambut saya "Halo Ayah Asep Ramdan, mohon maaf anaknya kelas apa ya?", saya tiba - tiba dag-dig -dug serr, owh begini ya rasanya pertama kali dipanggil oleh pihak sekolah mewakili anak, rasanya excited bercampur haru, "Aduh teu karasa budak teh rek sakola deui gening, Gusti hatur nuhun kana rupi-rupi nikmat anu tos dipaparinan," Ungkap ku dalam hati.
Saya pun belajar cara mengakses kelas, memahami bagaimana sistem pembelajaran dan mempelajari proses asesmen platform tersebut. Sebagai Orangtua yang cukup terbiasa dengan aplikasi belajar seperti google classroom maupun belajar via daring, ternyata saya memerlukan waktu dan tenaga secara ekstra untuk memahami, mencerna dengan utuh caranya dan lumayan puyengย juga. (mungkin efek lelah juga) hehe. Saya pun jadi berpikir, owh begini ya rasanya akan menjadi Orangtua yang akan mendampingi anak belajar, harus siap belajar hal baru dan bisa mengimplementasikan sebaik-baiknya kepada anak. Pikiran saya melayang pada para Orangtua yang mendampingi anak di masa pandemi ini, pastinya proses adaptasi dan banyak hal yang butuh penyelarasan. Mau tidak mau dipaksa keluar dari zona nyamannya. Salam takjub pokoknya!
Intinya, hari ini saya bersyukur telah diberikan perasaan dag-dig-dug serr ini oleh Tuhan. Saya merasa ini semacam intangible value,ย sebuah kebahagiaan yang mungkin tidak semua merasakannya. Terakhir saya menyemangati diri sendiri dengan peran baru saya mendampingi anak belajar.Teringat sebuah lirik manis dari lagunya Tulus yang merupakan doaku juga untuk Nayya :
Ratusan hari ku mengenalmu
Ratusan alasan kamu berharga
Ratusan hari bersamamu
Ratusan alasan kamu cahaya
Semampuku kau akrab dengan senyum dan tawa
Semampuku tak lagi kau takut cinta...
Semangat untuk semua, semoga sehat dan bahagia selalu 
Wow, pecah telor nih ka Asep. Selamat untuk esai pertamanya. Semoga berlanjut ke esai berikutnya.
Selamat juga buat sekolah hari pertamanya Nayya... Semoga hari-hari selanjutnya juga jadi proses yang bermakna... ๐๐ผ๐
Aamiin, hatur nuhun ka Andy
Halo kak Asep, tulisan ini telah terpilih untuk dibukukan, mohon izin tulisan ini diterbitkan di buku 5 Atomic Essay Smipa Pecah Telor [AES001], semoga berkenan ya. Terima kasih. ๐๐ป