Baru saja aku selesai nonton video dari Agung Hapsah yang membahas tiga elemen hidup, dan, wow rasanya kayak diseret ke kelas filosofi yang nggak pernah kutahu aku butuhkan. Jadi menurut video itu, hidup terdiri dari tiga elemen utama: hidup itu penyesalan, tidak adil, dan menderita. Kedengarannya suram, ya? Tapi tunggu dulu, justru dari sini kita bisa belajar banyak meski sambil menghela napas panjang.
Coba pikirkan, kapan terakhir kali kamu nggak nyesel sama sesuatu? Mungkin kamu nyesel beli barang diskonan yang ternyata nggak berguna, atau nyesel karena nggak bilang "Aku suka kamu" pas masih ada kesempatan. Penyesalan adalah bagian hidup yang nggak bisa dihindari.
Penyakit seperti Alzheimer bahkan menunjukkan betapa rentannya otak manusia. Ketika ingatan memudar, yang tersisa adalah kepingan kecil dari penyesalan yang pernah kita rasakan. Jadi apakah penyesalan itu buruk? Tidak juga. Penyesalan adalah pengingat bahwa kita hidup dan peduli. Kalau nggak peduli, ya nggak mungkin nyesel kan? (Atau mungkin kita cuma batu yang nggak punya perasaan.)
Ini adalah fakta yang sering bikin kepala kita panas. Hidup itu seperti kartu remi, ada yang dapat joker dan ada yang malah dapat kartu kosong. Kadang kamu udah kerja keras, tapi orang lain yang malah panen hasilnya. Ingat kisah Hachiko, anjing setia yang menunggu pemiliknya bertahun-tahun meskipun pemiliknya sudah meninggal?. Kalau hidup itu adil, Hachiko pasti bakal ketemu lagi sama pemiliknya di kehidupan selanjutnya. Tapi kenyataannya? Hachiko tetap menunggu sampai akhir hidupnya.
Hidup itu tidak adil, tapi bukan berarti kita harus menyerah. Mungkin keadilan nggak selalu datang dalam bentuk yang kita harapkan tapi itu nggak berarti kita harus berhenti berbuat baik. Siapa tahu, karma positif lagi sibuk ngantri buat sampai ke kita.
Elemen ini rasanya sudah jelas. Mulai dari tugas sekolah yang nggak habis-habis, harga bensin yang naik, hingga perasaan patah hati karena gebetan malah jadian sama orang lain semuanya menderita. Tapi di balik penderitaan, ada keindahan kecil yang sering kita abaikan. Seperti Hachiko yang terus setia meskipun hidupnya penuh kesedihan, kita juga bisa menemukan makna dalam penderitaan.
Penderitaan adalah bagian dari perjalanan hidup yang membuat kita kuat. Kalau hidup selalu mulus, kita nggak akan belajar apa-apa. Jadi meski kadang pengen teriak, "Kenapa sih, hidup kok begini?!", coba ingat bahwa penderitaan juga adalah guru terbaik yang kita punya.
Hidup memang tidak sempurna, penuh penyesalan, tidak adil, dan kadang menderita. Tapi di antara semua itu, ada ruang untuk tawa, belajar, dan menikmati momen-momen kecil. Kalau Hachiko saja bisa setia sampai akhir dan Alzheimer mengajarkan kita untuk menghargai setiap ingatan, maka kita pun bisa menemukan keindahan di balik segala kerumitan ini.
Jadi yuk pelajari hidup sambil sesekali tertawa karena kalau nggak, siapa lagi yang akan melakukannya untuk kita?
Videonya silahkan ditonton