Bukan hilang tanpa kabar dan bukan juga merk pizza 😂
Malahan ngomongin burger, bronis, dengan keripik ubi.
Lebih tepatnya, ini hanyalah obrolan burger, bronis, dan keripik ubi yang sempat terdengar di balik tembok toilet.
Mereka berbincang tentang karakter manusia, diawali dengan kesukaan untuk terlibat dengan manusia berjenis alfa karena sepertinya dekat dengan kekuasaan. Memang tipis bedanya kesukaan dan kekuasaan itu.
Yang ditimpali dengan pertanyaan, "coba lebih jelas, alfa atau dominan?"
Oh ternyata beda ya.
Hasil lanjut curi dengar dari balik tembok toilet, beda alfa dan dominan itu ternyata jelas koq kita saja yang sering salah terima.
Dominan itu mendominasi. Alfa mengharmonisasi.
Coba, kita cek pakai nama orang terkenal yak.
Om Deddy Corbuzier, dominan atau alfa? Joe Rogan, dominan atau alfa? Jordan Peterson, dominan atau alfa? Mikhaila Peterson, dominan atau alfa? Wim Hof, dominan atau alfa? Sadhguru, dominan atau alfa? Paus Katolik, dominan atau alfa? Mike Tyson, dominan atau alfa? Connor McGregor, dominan atau alfa? dan seterusnya dan selanjutnya.
Jadi sebenarnya, lebih menyukai yang mana. Dominan atau alfa? Didominasi atau ditingkatkan kapasitasnya agar terlibat harmoni?
Tidak ada salah benar koq karena kata pertapa tenar yang kurang terkenal juga, "Alur terus berjalan dan peran selalu terisi." Memang semua ada porsinya.
Didominasi mendominasi pun suatu bagian dari harmoni. Mengharmonisasi dan meluaskan diri menjadi bagian isasi-harmoni pun bagian dari harmoni.
Pada intinya, bukan mana yang lebih mana yang kurang. Malahan lebih kepada mana yang memang sesuai dan mana yang memaksakan aturan pada ruang.
Dominan?
Alfa?
hayoloh..