Aku mulai dapat memperhatikan tahap-tahap pergerakan proses pertumbuhanku saat aku mengamati siklus bulan dari waktu ke waktu. Dari sana aku makin menyadari besarnya pengaruh pergerakan semesta ini terhadap gerak kehidupan manusia. Arus hidup, jarang sekali terdengar kedua kata ini berpasangan, aku lebih sering mendengarnya dalam kata flow of life atau Flow dengan F huruf besar, sering disadari oleh orang-orang tercerahkan lewat kutipan-kutipan yang mereka tulis.
Satu kutipan yang paling aku suka adalah dari Lao Tzu yang berbunyi 'Those who flow as life flows know they need no other force'. Buatku kutipan ini sangat powerful, memberi dukungan keyakinan akan sesuatu yang tidak terlihat dan keberanian untuk bergerak mengikutinya.
Bagaimana cara mengetahui apa itu arus hidup dan cara menyelaras padanya kecuali dengan menyadari intuisi?
Kemarin aku menemukan catatan tentang bagian-bagian otak dan masing-masing fungsinya saat sedang membekali diri. Ada kelenjar pineal, satu dari beberapa bagian otak tengah manusia. Di dalamnya terdapat magnetit biogenik, sejenis zat yang sama dengan zat yang terdapat pada burung yang sering bermigrasi, dan zat itulah yang memberi kemampuan burung untuk menemukan arah saat terbang bermigrasi.
Saat membacanya, pedoman itu seolah terbaca sebagai intuisi dengan penceritaan yang lebih ilmiah. Disebutkan pula bahwa kelenjar ini juga berfungsi sebagai amplifier energi, dan begitu banyak misteri melingkupi karena kelenjar ini dianggap sebagai tempat keberadaan jiwa, the seats of the soul.
Otak tengah ini juga tempat dimana terletak crown chakra, tempat yang dituju saat seseorang bermeditasi, atau yang disebut juga Goa Brahmana, atau surga yang sebenarnya atau pusat pencerahan, dimana di sinilah letak pusat distribusi energi yang paling penting dari manusia.
Menyadari tentang perletakan otak depan dan otak tengah beserta penjelasannya ini, aku langsung teringat pada tulisanku mengenai pembedaan aku dan diriku. Tentang keberadaan diri kecil di dalam yang jadi sahabat terbaikku. Barangkali inilah penjelasan ilmiahnya untuk itu. Ketika aku bermeditasi, aku melepaskan diri dari kerja otak depanku dan mengarahkan energi lewat pemusatan perhatian, dan energi itu berpindah ke area otak tengah dengan seluruh fungsi beserta misterinya itu tadi. Ketika otak tengah menjadi aktif, aku (pikiran dan tubuhku) menjadi tidak melulu bekerja atas pola rutinitas yang tersimpan di otak depan saja. Apa yang kurasakan sebagai ketidakmengertianku barangkali adalah hasil dari kerja otak tengah, dan setelah hasil kerja itu berwujud lewat ekspresi yang keluar, barulah kemudian inderaku bisa menangkapnya dan otak depanku bisa menalarnya.
Lalu dapat dimengerti jika kita ingin selalu menalar segala sesuatunya, maka kita tidak akan pernah bisa lepas dari blokade otak depan menuju ke bagian otak tengah dan mengaktivasi seluruh fungsinya.
Jika otak depan berisi seluruh memori, kecerdasan, emosi, ingatan dan perasaan serta olahan-olahan inderawi maka apa yang terekam dalam program di dalamnya adalah segala hal yang telah dimengerti, pernah dilakukan, dan sudah teralami.
Ketika kita hanya berfungsi atas kerja otak depan itu, maka kita tidak akan pernah bisa keluar dari kondisi apapun yang sedang teralami saat ini, seperti apa yang dijelaskan oleh Dr. Joe Dispenza dengan teori-teorinya itu.
Dulu aku sempat begitu penasaran padanya sehingga ikut satu kelasnya untuk tahu apa yang ia lakukan dan cara apa yang dipakainya.Intinya tetap adalah meditasi meskipun caranya bisa berbagai macam.
Kuncinya adalah perjalanan ke dalam dengan menanggalkan semua kesibukan luar. Caranya dengan meciptakan kesempatan lahirnya peluang baru, dengan keluar dari kecenderungan-kecenderungan yang dimiliki. Manyadari kebiasaan dan keluar dari kebiasaan itu. Memberi paparan pengalaman baru pada diri akan menciptakan stimulasi yang berbeda pada kerja sistem yang ada, dan stimulasi itu akan ditangkap sebagai tantangan baru sehingga otak bekerja melebihi kemampuan biasanya.