AES 784 Gastronomic Deja Vu
joefelus
Monday July 17 2023, 11:30 AM
AES 784 Gastronomic Deja Vu

Sambil duduk di dalam kendaraan menemani sahabat saya keluar kota, saya menikmati sebuah mango beignet dari restoran Perancis ternama di kota kami. Sahabat saya yang baik hati ini tidak lupa membawakan segelas cappucino. Ini sarapan yang sangat sempurna walau dilakukan di dalam kendaraan yang meluncur ke luar kota dengan kecepatan tinggi. Jalanan kebetulan belum terlalu ramai karena akhir pekan. Tapi dari arah berlawanan sudah tampak ada kemacetan. Interstate Highway ini sejak 5 tahun terakhir memang sedang diperlebar. Dan hampir setiap hari ada kecelakaan karena jalan lebih sempit dan kendaraan rata-rata tetap melaju dengan sangat cepat.

Kami ngobrol sepanjang perjalanan. Topiknya sangat bervariasi dari mulai pekerjaan sampai kondisi keseharian kami. Kebetulan kami memang bekerja di tempat yang sama dan sama-sama juga dari pulau Jawa. Sahabat saya ini juga lulusan Universitas ternama di Bandung. Walau dulu tidak pernah berjumpa, ternyata kami berteman dengan beberapa orang yang sama. Dunia memang sempit hahahaha..

Tujuan kami ke luar kota sangat sederhana: Menjemput makanan! Nah ini merupakan kegiatan yang sangat umum jika tinggal di rantau. Ada jenis makanan-makanan tertentu yang kami bisa pesan dari beberapa warga yang memang mempunyai usaha menyediakan makanan khas dari tanah air. Saya memang lebih sering membuat sendiri tapi ada kalanya memesan jauh lebih praktis daripada membuat sendiri walaupun kami harus mengemudi selama lebih dari 1.5 jam sekali jalan. Tapi ini sepadan dengan yang nanti kami bisa nikmati, ditambah juga sesekali kami suka berpergian menjauh dari kota yang setiap hari kami diami. Butuh penyegaran! Butuh variasi dan juga perlu sesekali berhubungan dengan warga lain, silaturahmi.

Satu setengah jam kemudian kami sudah berada di kota lain, beberapa bungkus makanan berpindah tangan, ada sajian ayam, ada nasi goreng ikan asin dengan petai dan juga ada tahu dan tempe bacem, serta beberapa jenis masakan lainnya. Teman-teman di tanah air mungkin heran. "Duh mau-maunya nyupir pulang pergi sampai setengah hari cuma untuk ngambil nasi goreng!" hahaha.. pasti begitu bukan? Tapi jangan salah, ini semua merupakan keseruan yang kami alami beberapa kali sebulan! Ini kegiatan menyenangkan.

Tidak percaya? Buktinya ketika tiba di rumah ada seorang teman lain posting di FB. "Halo teman-teman, ayo cepat ke Aurora (ini nama Kota yang barusan kami kunjungi). Cepetan, ada siomay bandung, cuanki, batagor, putu mayang, nasi rames.." Dan disebutkan makanan-makanan lain bahkan ditambahkan "Siapa cepat dia dapat!" Hahahaha. Nah urusan makanan memang kadang-kadang tidak masuk akal. Lalu banyak warga yang berbondong-bondong! Saya mulai berpikir, kapan terakhir saya makan putu mayang? Tentu saya tidak ingat! Entah sudah berapa tahun! Kalau batagor dan siomay Bandung saya sering membuat sendiri, tapi kue-kue dan makanan ringan saya tidak pernah buat sendiri. Lalu saya mulai menyesal kenapa tadi tidak mampir ke tempat itu, padahal jaraknya sangat dekat!

Kenapa orang-orang begitu antusias dengan makanan tanah air? Seorang profesor dari universitas Massachussetts Amherst, Susan Krauss pernah berpendapat; “Food memories involve very basic, nonverbal, areas of the brain that can bypass your conscious awareness,” oleh sebab itu setiap orang mempunyai reaksi emosional yang sangat khas ketika mendengar jenis makanan tertentu apalagi menikmatinya. Makanan-makanan itu dapat mengangkat kembali kenangan yang ada sangat dalam di alam bawah sadar. Otak kita mengetahui bahwa kita menyukai makanan itu walaupun sebenarnya tidak bisa mengingat kapan kita pernah menikmatinya.

Kenangan akan makanan itu mengangkat kenangan dari bawah sadar kita walau kadang kita tidak dapat mengungkaopkannya dengan kata-kata, tapi kita tahu bahwa ada sesuatu dari makana itu yang mentrigger suatu kenangan yang sangat dalam dari masa lampau. Kenangan itu malah lebih dahsyat daripada makanan itu sendiri karena mengkaitkan dengan kehidupan, pengalaman hidup jauh di masa lampau, entah suatu peristiwa, tempat bahkan orang-orang tertentu. Itu yang saya maksud dengan gastronomic deja vu!

Nah jadi sekarang masuk akal bukan mengapa saya rela jalan-jalan sampai menghabiskan waktu setenagh hari dan misalnya menghabiskan uang sebesar $18 hanya untuk satu porsi batagor? Teman-teman mungkin akan tertegun, "Waduh kok mahal sekali?!" Yah untuk membangkitkan kenangan, itu tidak seberapa. Bandingkan misalnya dengan reunian, kita pergi jauh ke kota lain, menginap di hotel dan sebagainya hanya sekedar bertemu teman-teman lama untuk bernostalgia.. sama saja bukan? Bahkan itu akan lebih mahal lagi hahahaha..

Foto credit: Kompas.com

You May Also Like