AES026 Luka
yulitjahyadi
Sunday September 19 2021, 10:17 PM
AES026 Luka

Entah mengapa kata 'ketidaknyamanan' terasa menggantung terus di kepalaku. Rasanya bukan karena aku sedang tidak nyaman, meski aku baru usai berkisah tentang ketidaknyamanan di masa lalu. 

Keyakinan bahwa aku telah selesai dengan ketidaknyamanan itu justru karena kesanggupanku menceritakannya tanpa emosi apapun yang muncul menyertai.

Ketidaknyamanan itu serupa luka, dan respon otomatis kita seringkali lalu menutupnya dengan perban dan berharap agar ketidaknyamanan itu segera berlalu.

Di suatu waktu lalu, aku pernah mendapati bahwa hati yang semestinya hangat dan lembut berubah menjadi keras dan bertameng oleh tumpukan lilitan perban. Setiap luka yang tergores dan terbalut, seolah ditimpa lagi dengan luka baru dan dibalut lagi dan begitu seterusnya. 

Tibanya kesadaran itulah yang akhirnya menginisiasi lepasnya perban itu satu persatu, dan di saat itu rasa ketidaknyamanan kembali hadir. Serupa membuka perban luka di tubuh, ada rasa perih yang muncul kembali dan mengabarkan bahwa luka itu butuh perawatan dan bukan sekedar ditutup perban saja. 

Saat menuliskan tentang ketidaknyamanan ini, aku jadi tahu bahwa yang kukira luka baru di atas luka lama itu sesungguhnya bisa jadi adalah rasa perih dari luka yang sama. 

Keberhasilan untuk melihat makna di balik keberadaan luka kiranya adalah kesembuhan yang sesungguhnya.