AES10 - Rustic yang asik
Asep Ramdan
Sunday October 15 2023, 9:24 AM
AES10 - Rustic yang asik

Ceritanya review cafe ala-ala

Sekali-kali ingin coba mengulas cafe atau tempat kulineran ah, jadi hari sabtu kemarin, saya bersama keluarga mengunjungi sebuah cafe di daerah Cimahi bernama Jatuhati Cafe, dapet referensi random dari instagram, jadilah saya naik motor ke sana, pas awal masuk, kesan pertama langsung suka, karena ada dekorasi semacam pintu dan tanaman-tanaman asri di sekelilingnya, wah pertama masuk langsung berkesan.

WhatsApp Image 20231015 at 09.24.52.jpeg 

Punya instalasi pilah sampah sendiri :

Nah, yang langsung buat jatuh hati adalah yang pertama diperlihatkan adalah area pilah sampah yang sepertinya diusung serius oleh cafe ini, makanya langsung jadi showcase seolah-olah memberikan tanda ke pengunjung, kalau cafe ini memang serius mengolah sampahnya. Seolah-olah cafe itu mengatakan jika slogan buanglah sampah di tempatnya ini, sudah kudet alias kurang update, sekarang sepertinya jadi pilahlah sampah dengan tepat dan kudu rajin. Hehe. Jadi, persis seperti di Fasipisa yang Smipa punya, ada tempat untuk plastik, botol, kaleng sampai bahan organik, tapi ini mah versi miniya. Keren pisan euy, salut. Nah Ini penampakannya :

WhatsApp Image 20231015 at 09.24.53.jpeg

Konsep rustic yang menerapkan sustainability

Ternyata setelah masuk, terasa suasanya adem dan vibrasinya tenang, nah setelah berdiskusi dengan istri, konsep cafe nya adalah rustic yang kerennya adalah bukan sekadar konsep rustic yang didekor ala-ala dan fancy, tapi memang rustic yang menerapkan konsep value sustainibility, terlihat dari ornamen cafe yang dibuat dari bahan reuse, perabot dan kayu bekas. Saya sendiri suka dengan meja kayu, entah kenapa kalau pegang kayu itu rasanya beda, katanya kayu itu menyimpan memori kehidupan, jadi memang enerjinya itu berbeda. Intinya mantap lah, betah saya disana.

WhatsApp Image 20231015 at 09.24.53 2.jpeg

 Ada unsur edukasi meminimalisir plastik/sampah

Nah, yang paling penting juga, untuk makanan dan minuman disana tidak ada yang menggunakan plastik, seperti sedotan dari stainless dan ada juga minuman yang pakai rempah kayu manis, cakep lah ini, ditambah ada beberapa himbauan atau ajakan untuk lebih aware dengan sampah. Keren sih ada unsur edukasinya, setelah ngobrol-ngobrol memang yang punya adalah seorang dosen yang peduli terhadap lingkungan. Jadi hal ini menginspirasi saya untuk lebih semangat mengolah dan mengurangi sampah.

WhatsApp Image 20231015 at 09.24.50.jpegWhatsApp Image 20231015 at 09.24.54 1.jpegWhatsApp Image 20231015 at 09.24.54.jpeg

Ikhtiar Smipa dalam 'ngajadikeun' keluarga smipa yang peduli lingkungan

Sepengenalan saya, dari cerita Kak Andy dan kakak-kakak yang sudah lama di Smipa, sejak Smipa berdiri, hal-hal di atas itu sudah biasa digaungkan dan menjadi concern yang pasti masuk dalam gerakan pendidikan Smipa, mulai dari pengolahan sampah, penggunaan barang bekas di keseharian, lebih jauh ada gerakan koperasi juga, dsb. Bagi yang belum terbiasa, hal ini bisa jadi terasa 'ribet'. Tapi saya yakin, kalau nilai-nilai itu keukeuh diolah, dengan harapan bisa ngajadi terutama pada anak-anak, dimanapun mereka berada, pasti ada manfaat besar yang bisa ditularkan. Kebayang kalau misalnya ada alumni Smipa yang jadi musisi dan artis yang tuman dan ngajadi untuk peduli lingkungan, tentunya pengaruh dan gaungnya pasti luar biasa. Hehe. Saya jadi semakin yakin dan merasa berada di gerbong yang tepat untuk berkontribusi dalam membangun insan anu ngajadi jeung micinta ieu alam dunya, Bismillah.

finsjournal
@finsjournal   3 years ago
Lokasi dimana? share dong!! Hahahahha....
You May Also Like