Salah satu ciri khas dari Smipa adalah kedekatannya dengan dunia musik. Menurut saya dengan bermainan dan bereksplorasi musik, dapat menjadi ruang untuk lebih 'merasa' dan 'berkomunikasi' dengan cara yang lain. Saat ini, di kelas Bengawan Solo sendiri sedang menggarap proyek musik. Awalnya kami mencoba menyanyikan lagu yang sesuai dengan nama kelasnya yaitu 'Bengawan Solo', lagu ini seakan menjadi anthem wajib, karena sampai saat ini masih sering kami nyanyikan.
Kegiatan selanjutnya, saya bersama kak Fifin, mengajak teman-teman memainkan rekorder, yaitu alat musik tiup, dengan harapan bisa mengeksplorasi dan mengolah musik. Lagu pertama yang dipelajari adalah lagu Bengawan Solo. Awal-awal memang sulit, karena beberapa teman-teman ada yang baru memainkan alat musik ini. Namun seiring berjalannya waktu, teman-teman mulai terbiasa memainkannya. Bahkan di luar ekspektasi teman-teman di rumah banyak yang mengeksplorasi lebih jauh rekorder ini. "Kak aku menemukan alternatif not dari lagu ini loh, jadi lebih mudah dimainkan," ungkap salah satu anak di kelas, Wah keren euy, Smipa memang selalu memberikan kejutan dari anak-anaknya.
Nah setelah itu, kami pun mencoba untuk mengisi acara, yaitu menjadi pembuka dan bernyanyi di depan kawan-kawan Oya dan Kapuas. Menyenangkan melihat banyak teman-teman jadi semangat untuk tampil dan mencoba memainkan rekorder dan hasil latihannya ke banyak orang.
Teman-teman sedang tampil bernyanyi dan bermain rekorder
Saat ini, kami sudah banyak mengeksplorasi lagu-lagu, mulai dari lagu nasional maupun lagu anak, sebut saja Rayuan Pulau Kelapa, Persahabatan dari Sherina. Menyenangkan melihat daya juang dan usaha teman-teman mengeksplorasi lagu-lagu tersebut.
Tahapan selanjutnya, saat ini teman-teman sudah menciptakan lagu sendiri yang bertema persahabatan sesuai tema ke 2 yang berfokus pada kekompakan dan kebersamaan. Menurut saya lirik-lirik ciptaan teman-teman sangat jujur sehingga terasa kuat diantara teman-teman. Nah untuk proses aransemennya, karena kedua kakak tidak bisa bermain musik, kami mengajak narasumber untuk membantu teman-teman menciptakan aransemen. Enaknya di Smipa, ruang untuk berkolaborasi sangat di buka lebar sehingga kami bisa terus mengembangkan program ini.
Kami berfoto bersama Kak Patuh (tengah) setelah mengaransemen lagu bersama
Nah rencananya, kami akan tampil di depan Orangtua, membawakan lagu Bengawan Solo, dan lagu-lagu ciptaan kami, selain itu kami juga akan membedah dan mempresentasikan lagu tersebut. Karena cerita pembuatan lagu tersebut, juga menarik untuk diolah. Kedepannya, lagu-lagu ciptaan kami akan kami putar sehari-hari saat menjalankan proyek kelas seperti berkarya. Agar semakin menambah suasana yang lebih menyenangkan. Doakan kami ya, semoga proyeknya lancar dan bermakna 