AES 01 Hiburan Remeh Diatas Motor Putih Mempesona
Ayah Azwa
Saturday November 23 2024, 9:10 AM
AES 01 Hiburan Remeh Diatas Motor Putih Mempesona

Perjalanan pulang dari SMIPA menuju rumah sekitar 15 menit, aku mengendarai motor putih yang mempesona sambil membonceng Azwa, anakku, sepulang sekolah. Seperti biasa, di atas motor, aku selalu mengajaknya berbincang. Topiknya bisa apa saja-yang penting beramah tamah antara ayah dan anak. 

Aku biasanya memulai obrolan dengan pertanyaan, "Gimana tadi di sekolah, Neng?"
Biasanya, Azwa menjawab dengan beragam respon:
"Seru, tadi di sekolah..."
"Ah, ngeselin. Masa tadi..."
atau hanya "Biasa weh."

Cerita Azwa itu beragam, mulai dari gibahan receh hingga premium, dari pujian hingga makian—bahkan kadang terselip kutukan bodor untuk kakak atau temannya yang jika dihari itu membuatnya kesal. Apa saja bisa diceritakan oleh Azwa.

Bagi saya, ceritanya selalu menjadi hiburan yang menyenangkan sepanjang perjalanan. Apalagi, tak jarang Azwa menyelipkan celetukan-celetukan lucu di tengah ceritanya.

Sampai suatu sore, saya memilih rute pulang yang berbeda, yakni Jl. Babakan Loa. Di jalan tersebut terdapat sebuah kampus yang di depan gerbangnya banyak pedagang seperti tukang bakso, siomay, cakue, cingcau, dan lain-lain. Para pedagang ini tidak menetap, mereka berjualan menggunakan gerobak dorong atau dipikul.

Biasanya suasana ramai saat siang hari, namun menjelang sore, hanya sebagian yang masih bertahan berjualan, sementara yang lain sudah pulang atau pindah tempat. Dari sekian banyak pedagang, salah satu yang menjadi langganan Azwa adalah pedagang siomay. 

Sambil menyetir motor, aku bilang ke Azwa, "Neng, hari ini kita pulang lewat Babakan Loa ya."

Dari belakang boncengan, Azwa langsung merespon, "Ayah, kalau ada Tukang Siomay, mampir ya!."

Reflek saja aku bertanya, "Mau ngapain mampir ke Tukang Siomay?"

Dari belakang, perlahan Azwa mendekatkan wajahnya ke arah telinga kananku.

Dengan nada sedikit kesal, Azwa tiba - tiba teriak, "Mau silaturahmiiii, Yahh!"

Hening sejenak. 

Aku, “Hah?”

Azwa, masih kesal sambil mencubit , “Yaa kalii mau silaturahmi ke tukang siomay? Aku mau beli somay, atuh Yah! Gimana sih!"

Setelah aku sadar bahwa pertanyaanku tadi sebenarnya tidak penting untuk ditanyakan, dan juga karena membayangkan wajah kesal dan jawaban jenaka Azwa yang mau silaturahmi ke tukang siomay. Seketika aku tertawa terbahak-bahak, sampai harus memberhentikan motor karena tak kuat menahan ketawa.

Begitulah celetukan remeh Azwa yang bagiku selalu menghibur. Hal-hal tak terduga seperti ini sering terjadi di perjalanan pulang sekolah di atas motor-si putih yang mempesona. 

[IRF]

Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Selamat postingan pertamanya ayahazwa. Silakan diberi kode AES 01 atau 001 di depannya. Sipaya berlanjut ke tulisan berikutnya. Cerita² receh kayak gini nih yg berharga banget di smipa. Hal² kecil yang membangun koneksi anak dan ortu. Nuhun sudah berbagi di sini. 🙏🏼🤗👍🏻
ifsyidik
@ayah-azwa   2 years ago
Makasi Kak Andy 🙏🏻😊
joefelus
@joefelus   2 years ago
Hahahaha... ini sebuah esai perdana yang nikmat dibacanya! Selamat dan ditunggu coretan-coretan berikutnya.. Kita "saliaturahmi" di sini walau belum pernah berjumpa!
ifsyidik
@ayah-azwa   2 years ago
Makasi Om Joe ! Semoga kita segera berjumpa ya🙏🏻😊
You May Also Like