AES 83 ETIKA. 
bryann
Tuesday November 23 2021, 10:22 AM

AES 83 ETIKA. 

Etika. Baru pagi ini kita membahas mengenai etika, lebih spesifiknya lagi etika berkomunikasi dengan mentor. Selama aku menjalani proyek aku banyak menunda pada saat menghubungi mentor, terutama pada saat awal awal mau berkenalan. Pada awalnya aku memang ada rasa takut dan tidak berani pada saat awal, karena takut gak sopan atau mengganggu sehingga aku memutuskan untuk menunda. Pada akhirnya aku melakukan asistensi bersama kak mel yang dimana jangan banyak nunda dan jangan takut, asalkan sopan dan beretika. Semenjak itu aku jadi tidak pernah menunda proses mentoring dengan alasan takut lagi. Biasanya aku mengawali mentoring dengan salam, seperti misal nya “selamat sore” maupun “selamat siang” sebelum itu aku juga biasa minta maaf apabila mengganggu, dan biasanya pada saat beliau sedang sibuk, biasanya beliau bilang bahwa “nanti akan aku bales ya” yang dimana saat ini aku harus bisa paham dan mengerti. Setelah diberi saran dan kritik mengenai proyekku, biasanya aku langsung bilang makasih atas sarannya. Dan karena konten nya proyekku mengenai design, aku harus revisi hingga mentor meng-acc, maka aku harus update terus setelah melakukan perbaikan atau mengganti designnya. Namun terkadang gak langsung pada saat itu langsung aku update juga biasanya keesokan harinya baru aku update mengenai progress terbaruku. 

Berbicara mengenai etika sendiri, etika bukan suatu hal yang bisa dipelajari secara teori dari buku atau bahkan dipelajari dari YouTube. Ya, mungkin saja bisa namun etika hanya bisa dipelajari melalui pengalaman, dan kadang apa bila kita belum ngalamin sendiri, kita belum sadar, begitu pula yang terjadi pada saat aku presentasi kemarin yang dimana aku hanya menggunakan celana pendek dan kaos yang dimana harus nya aku memakai pakaian yang rapi dan sopan seperti layaknya presentasi pada biasanya. Kadang etika bisa kita pelajari dari pengalaman orang lain, seperti contohnya pada saat teman kita melakukan kesalahan ada baiknya kita tidak mengulangi hal yang sama dengan teman kita. Namun selain itu terkadang sebelum mengenal etika yang baik kita akan malu karena ditegur dulu hingga pada akhirnya sadar bahwa hal  yang telah kita lakukan itu tidak ok, mending aja kalo itu terjadi di sekolah, namun beda cerita apa bila kita sudah di tegur dengan orang lain diluar lingkungan rumah atau pun sekolah, selain orangnya tidak kita kenal pastinya banyak orang lain juga disekitarnya. 

Menurutku kadang etika ini bisa jadi habit kita, maupun baik atau buruk. Kadang beberapa orang kurang memiliki etika seperti contohnya kurang bisa mengendalikan diri pada situasi tertentu. Aku pernah bertemu orang yang dimana tidak bisa menahan ketawa yang padahal situasinya seseorang sedang marah atau sedang berbicara. Etika yang bisa menjadi habbit yang seperti aku bilang di awal seperti contohnya adalah salam. Mulai dari salam di pagi hari seperti selamat pagi, hingga bersalaman (secara fisik) pada saat bertemu dengan orang yang baru kita kenal. 

Menurutku etika ku sendiri kadang masih belum baik, karena terkadang masih suka lupa untuk menyapa orang orang disekitar, begitu pula dengan berpamitan, kadang masih suka lupa namun jarang banget, biasanya itu terjadi karena sedang buru-buru sehingga akhirnya aku lupa namun aku tidak pernah lupa untuk bilang terima kasih, meskipun itu adalah hal sepele. 


You May Also Like