AES 1413 Sensory Memory?
joefelus
Friday May 23 2025, 8:42 AM
AES 1413 Sensory Memory?

Pekerjaan pagi ini, seperti hari Jumat-Jumat lainnya adalah menunggu. Demikian juga hari selasa. Bukan pekerjaan yang menyenangkan tapi banyak waktu yang dapat digunakan untuk berpikir, menulis, merenung dan sebagainya. Pagi ini saya memfokuskan diri pada makanan. Makanan yang belum pernah saya coba dan akan saya uji coba memasaknya hari Rabu nanti, di Smipa.

Seperti biasa, sebelum menulis saya mencari tahu, mengolah informasi dan berusaha menyusun pola pikir, semuanya saya kerjakan dalam pikiran, kadang saya tulis kata kunci untuk tiap paragraf agar lebih mudah dikembangkan, berurutan, runtun dan `tidak melompat-lompat. Nah pagi ini bukan tulisan yang saya kerjakan tapi makanan, hanya saja semuanya saya olah dalam pikiran, bukan dikerjakan di dapur. Seru!

Saya punya keunikan jika berkaitan dengan makanan. Mungkin karena sudah sangat sering dihadapkan dengan berbagai makanan dan juga memang senang bermain di dapur, saya hampir bisa membedakan, bau dan rasa dari setiap bahan makanan yang pernah saya jumpai. Seperti misalnya saya bisa membayangkan rasa dan aroma dari bawang putih yang ditumis di wajan lalu dberi rosemary. Saya bisa membayangkan rasa dari potongan daging yang dilumuri garam serta merica lalu dimasak dengan sedikit minyak dan mentega di atas permukaan datar yang sangat panas, lalu dimasak dengan tingkat kematangan medium rare, kemudian dibiarkan sejenak di atas talenan sambil menyiapkan bumbu seperti fish sauce, air jeruk nipis, gula merah, cabe, lalu diaduk dengan irisan tipis bawang dan daun mint. Bumbu itu dicampur lalu diaduk bersama potongan daging dan kemudian ditaburi beras ketan sangrai yang sudah ditumbuk. Ini akan jadi Beef salad ala Thailand. Rasanya sedikit asin, manis, asam segar, gurih, pedas, dan harum sekali. Nah itu semua dapat saya bayangkan hanya didalam pikiran tapi seakan-akan lidah saya dapat mencicipi semua rasa itu. Air liur tentu saja memenuhi rongga mulut saya. Nah itu semua bisa hadir dalm pikiran sambil "merasakan" makanan itu. Aneh, unik dan seru. Itu semacam wisata kuliner yang saya lakukan hanya dalam pikiran dan semua itu sangat memuaskan.

Yang menjadi tantangan pagi ini adalah saya sama sekali tidak tahu apa itu bunga kecombrang. Dalam bahasa Inggris disebut Torch ginger flower, sementara di Malaysia dinamakan bunga kantan atau di Thailand namanya Dala atau Daalaa. nah sampai sini saya tahu bahwa bunga kecombrang atau Honje ini juga dikenal di banyak negara di Asia Tenggara. Menurut informasi yang saya peroleh rasanya asam, sepat, ada sedikit rasa pedas dan sangat harum.

Sesuatu yang harum agak pedas, sepat dan masam bagi saya akan sangat cocok untuk dibuat salad. Contohnya salad daging sapi yang barusan saya bayangkan, tambahkan irisan halus bunga honje, rasanya akan jadi unik dan luar biasa. Yang ingin saya ketahui itu keharumannya seperti apa, apakah cocok jika digabung dengan daun mint? Kalau rasa, saya bisa bayangkan dan pasti cocok. Acar mentimun dengan campuran bunga honje ini juga bisa saya bayangkan. Dan yang ingin saya coba adalah dibuat sambal. Ini akan cocok sekali dengan menu nasi kecombrang dan ikan tongkol kecombrang yang nanti akan saya buat. Tapi sambal apa yang tetap khas harumnya, masih bisa menonjolkan dan memberi highlite kekhasan bunga kecombrang ini? Yang bisa saya bayangkan adalah semacam sambal matah! Gabungan irisan bawang merah, cabe, daun jeruk dan irisan serai disertai bunga kecombrang lalu sedikit disiram minyak panas. Ini akan cocok sekali!

Saya terus bermain dengan bahan-bahan makanan didalam pikiran. Bagaimana saya mencampur garam, gula, daun jeruk, bunga kecombrang, cabe, dan air jeruk purut misalnya. Hidung saya seakan-akan dapat mencium semua aromanya (kecuali bunga kecombrang). Saya bisa merasakan asin, pedas dan kemungkinan saya akan menyisihkan gula, sebab saya ingin rasa umami yang menonjol bukan rasa manis. Tidak akan cocok dengan nasi uduk atau nasi liwet yang nanti akan saya buat. Pedas, umami, asin dan harum itu yang ingin saya tonjolkan.

Seringkali saya merasa iri dengan mereka yang bisa membedakan rasa kopi. Saya menggemari kopi tapi bagi saya ini sangat rumit untuk diuraikan dalam pikiran, tidak seperti masakan. Mungkin sensory memory saya termasuk sangat kuat tapi hanya sebatas makanan, saya tidak mampu mencerna kopi atau parfum misalnya dalam otak. Tapi saya bisa membayangkan harum dan rasa kunyit yang dihaluskan dengan bawang putih, jahe dan sereh. Saya bahkan bisa membayangkan harumnya, tidak hanya rasanya. Mungkin begitu juga cara kerja komposer musik, ya? Bisa membayangkan dalam pikiran lalu mencurahkannya dalam partitur sebelum kemudian dalam bentuk orkestra. Wuih terdengar sangat keren ya? Saya mah hanya bisa sekedar bermain dengan bumbu dapur, tapi ini kegiatan yang mengasikkan untuk dilakukan sambil menunggu.

Foto credit: shelbymcdaniel.com

You May Also Like