AES13 Pelukan Hangat dari Setiap Kota
Asa
Friday March 7 2025, 10:57 AM
AES13 Pelukan Hangat dari Setiap Kota

Pagi ini, aku bangun dengan tubuh yang terasa sedikit pegal, hidung yang tersumbat, dan mata yang berair. Rasanya seperti tubuh ini tengah berjuang untuk menyesuaikan diri dengan hari baru yang datang, penuh dengan misteri dan tantangan. Bukan hanya tubuhku yang merasakan sedikit  kelelahan karena perjalanan yang cukup panjang, namun hati dan pikiranku juga nampaknya perlu rehat sejenak.

Setiap kota yang aku datangi, setiap pelukan yang kuterima, selalu meninggalkan jejak yang tak bisa terhapuskan begitu saja. Kota Surabaya, pagi ini menyambutku dengan kehangatan yang berbeda. Bukan hanya panasnya yang terik, namun juga aroma polusi yang kian menyengat. Walaupun tak dapat disangkal, polusi itu seakan menjadi bagian dari hidup yang tak bisa dilepaskan. Perbedaannya terasa sangat kontras dengan kota yang pernah kudiami beberapa hari sebelumnya, yang memberikan kehangatan tanpa gumpalan asap yang menusuk tersamar oleh angin yang cukup sejuk. Aku tidak sedang membandingkan kota satu dengan lainnya. Namun, perbedaannya mengajarkan aku banyak hal: ada pelukan yang bisa dirasakan hanya sebentar, dan ada pula pelukan yang akan menjadi tujuan untuk tinggal lebih lama.

Dalam setiap perjalanan, aku selalu menyelipkan doa-doa kecil di setiap langkah, canda, bahkan air mata. Aku bukan hanya berdoa untuk diriku sendiri, tetapi juga untuk mereka yang aku temui. Aku berdoa agar mereka yang hadir dalam hidupku, baik itu hanya sekejap atau lama, mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan. Semangatku selalu membara ketika bertemu orang baru, terlebih jika mereka juga merasa senang dengan keberadaanku. Sebab, bagi aku, hidup ini lebih berarti ketika kita bisa berbagi dan menerima sesuatu dari orang lain.

Cerita mereka seringkali menyentuhku, membawa aku dalam sebuah perjalanan pemikiran yang mendalam. "Seandainya aku berada di posisi mereka, apa yang akan aku lakukan?" Pertanyaan itu selalu muncul dalam benak. Setiap kisah yang mereka bagi membentuk sebuah refleksi kecil yang mewarnai pikiranku. Kadang, refleksi itu menghasilkan gambaran indah yang akan aku simpan dalam memori. Kadang, hanya menjadi sketsa buram yang terlupakan begitu saja. Tetapi tak ada yang sia-sia dalam setiap pertemuan dan perjalanan ini. Semua itu menambah warna baru dalam perjalanan hidupku.

Aku mulai belajar bahwa setiap pelukan hangat yang aku terima dari setiap kota adalah bagian dari perjalanan panjang mencari siapa diriku yang sebenarnya. Masing-masing kota, dengan segala kehangatan dan tantangannya, menyajikan pelajaran berharga. Aku mencoba mengumpulkan setiap makna dari pelukan-pelukan itu, menyusunnya menjadi kisah petualangan yang tak pernah berhenti. Sebab, setiap pertemuan dan perjalanan adalah bagian dari proses menemukan siapa aku, bagian dari perjalanan untuk memahami betapa indahnya hidup, meski kadang terasa penuh liku.

“Hidup adalah perjalanan, bukan tujuan. Dan dalam perjalanan itu, kita akan selalu bertemu dengan pelukan hangat yang mengajarkan kita arti hidup yang sesungguhnya.”

Pelukan hangat itu mungkin tak selalu datang dalam bentuk yang kita harapkan. Namun, ia selalu memberikan kehangatan, memberi ruang bagi kita untuk terus tumbuh dan menemukan makna hidup yang lebih dalam.

Andy Sutioso
@kak-andy   last year
Waah ini manis sekali tulisannya. 🤗🙏🏼
Asa
@asa   last year
Hihihi terima kasih, Kak Andy. Saya coba mengungkapkan isi hati melalui tulisan ini.☺️🙏🏻
You May Also Like