AES0011 Di Bawah Terik Matahari
Naufal
Wednesday August 23 2023, 6:12 PM
AES0011 Di Bawah Terik Matahari

(Foto: Keningku Pasca Selametan dan Sempat Papanasan dengan Peci makanya Tapakan Kotak)

Puji syukur ialah ucapan syukur

Yang barangkali tepat

Untuk episode hidup

Di mana diriku bisa mengalami ini

Selametan ini

Selametan Semi Palar

Selametan yang berbeda

Tapi bukan

Bukan beda esensinya

Esensinya mungkin sama

Dengan Selametan ‘Nujuh Bulanan’ saat adikku usia tujuh bulan dulu tahun 2005 atau

Selametan rumah

Pengajian yang diadakan dengan mengundang para tetangga

Mendoakan rumah saat diriku kelas 5 SD di mana orangtuaku akhirnya bisa memiliki rumah sendiri setelah sebelumnya ngontrak

Selametan ini

Selametan Semi Palar

Untuk membuka tahun pendidikan ke-19 ini

Secara esensi

Mungkin saja sama

Dengan selametan lain

Yang pernah aku lalui dalam hidup

Bahkan mungkin lebih mendalam?

Jauh lebih mendalam?

Yang berbeda

Di Selametan Semi Palar ini

Membuka kesadaran baru

bahwa

Dalam keberagaman orang-orangnya

Dalam kesadaran global

Yang mencoba utuh dengan alam

Memaknai nikmat Tuhan

di bawah terik matahari

Mendalami makna kehidupan

Merayakan kehidupan

*

Pembaca Yang Terhormat, mari baca tulisan di bawah ini dalam satu tarikan nafas:

Dan belang di kulit wajahku mungkin akan hilang sebentar lagi tapi ingatan saat semua orang mau-maunya menahan diri bersama-sama di bawah terik matahari pada hari itu pada Selametan itu kurasa akan selalu terkistral dengan baik di hati ini di hati kita.

*

Namun, bisa kah makna-makna baik itu bisa melaku dalam hidup kita sepanjang mentari bersinar tiap hari? Itu lah pertanyaan selanjutnya!