AES 195 Panta Rhei
joefelus
Saturday December 4 2021, 12:27 AM
AES 195 Panta Rhei

Agak pincang hari ini. Berangkat ke kantor seperti biasa berjalan kaki. Suhu hari ini 7 derajat lebih dingin dari kemarin, siang nanti hanya 15 derajat saja, jadi pagi ini memang lumayan dingin. Betis sebelah kanan saya agak ngilu, sepertinya berlari di treadmill selama hampir setengah jam kemarin dengan 6% incline lumayan berat untuk kaki ini, jadi terpaksa saya jalan pelan-pelan saja dan memutuskan libur ke Gym hari ini.

Matahari sudah mulai terbit sedikit memberikan rasa hangat jika terkena sinarnya. Langit agak berawan tipis-tipis dan saya bisa melihat sekawanan bebek Canada yang terbang berkelompok. Mereka ini yang bertanggung jawab atas kekotoran di jalan setapak. Mereka memang selalu poop di mana-mana, dan itu pemandangan biasa selama akhir musim gugur hingga pertengahan musim semi. Mereka datang entah dari mana dan pergi ketika cuaca mulai panas. Yang saya tahu, mereka datang ke sini untuk kawin, bertelur dan mengerami. Mereka yang mempunyai itik (ini istilah untuk bayi bebek?) akan tinggal sepanjang tahun untuk membesarkan mereka. Jangan dekat-dekat jika mereka sedang mengurusi bayi-bayi bebek, mereka galak. Dan saya perhatikan sepertinya bebek canada ini monogamus. Bapak bebek dan Ibu bebek bersama-sama membesarkan bayi mereka. Mereka di sini dilindungi, jadi jika ada bebek di jalan, kendaraan wajib menunggu hingga selesai mereka menyeberang. Kadang mereka kurang ajar, menyeberangnya pelaaaaaan sekali, sehingga membuat sedikit kemacetan.

Pagi ini saya memutar lagu-lagu tahun 80-90an. Tiba-tiba sedang ingin mengulang masa-masa SMA dan kuliah. Waktu itu kegemaran saya soal musik masih sangat berubah-ubah walau musik jazz sudah mulai masuk koleksi saya, tapi banyak juga lagu-lagu populer jaman itu yang saya dengarkan karena teman-teman saya tidak semuanya suka Jazz. Jadi jangan heran jika saya kadang suka mendengarkan Phil Collins, Genesis, Toto, Eagle, Bee Gees, Earth Wind and Fire, Queen, Michael Jackson bahkan pada saat tertentu saya terpengaruh teman-teman ketika rekoleksi di gereja mahasiswa dulu dan ikut mendengarkan Jose Mary Chan, yang dari Philipina itu, atau juga mendengarkan lagu Fallen-nya Lauren Wood gara-gara rame-rame nonton film ala Cinderella versi Holywood yang terkenal sekali waktu itu yang dibintangi Richard Gere and Julia Robert hehehe.. (tapi ini sudah tahun 1990-an sih) Oh ya, awal tahun 80-an juga saya mulai mendengarkan Shakatak! Awalnya karena saya suka font nama bandnya. Shakatak adalah grup band dari Inggris, jazzy funky begitulah, lebih muda sedikit dibandingkan dengan Casiopea, grup band Fussion jazz Jepang. Saya tempelkan stiker Shakatak di gitar saya dulu.

Dipikir-pikir, masa itu seru juga. Kekhawatiran terbesar paling hanya soal mencari sumber untuk makan atau bayar kost karena saya menghidupi diri sendiri dan stress menghadapi UTS atau UAS. Selebihnya sepertinya hidup saya mengalir dari waktu ke waktu menghadapi berbagai pengalaman hidup. Masa-masa itu sepertinya menempa pribadi dan karakter yang sangat bermanfaat dikemudian hari. Hidup mandiri memang menjadi sebuah pondasi yang kuat, mudah beradaptasi, taktis dalam menghadapi halangan dan memiliki intuisi yang tajam akan banyak hal yang mungkin akan terjadi. Kelihatannya ya begitu-begitu saja, tapi tanpa sadar banyak hal yang ternyata membentuk diri menjadi seorang pribadi saat ini.

Kalau dipikir juga, seperti kata seorang Romo yang saya jumpai 2 bulan lalu yang berkunjung ke Fort Collins, "Siapa sangka ya Jo, anak kurus kering dari kampung di daerah pantura, tau-tau sekarang hidup di Amerika!" Ya betul! Saya setuju sekali. Siapa yang menyangka? Tidak ada saya pernah mimpi untuk bisa berada di sini. 20 atau 30 tahun lalu saya masih bergelut dari hari ke hari untuk bisa hidup dan menempa diri untuk menjadi seseorang. Saya yakin kalau dibayangkan hidup itu sebagai sebuah perjalanan, lebih dari setengah petualangan saya sudah terlalui. Tapi menurut saya benar seperti yang dikatakan oleh Sonia Ricotti," Just trust that everything is unfolding the way it is supposed to. Don't resist. Surrender to what is, let go of what was, and have faith in what will be. Great things are waiting for you around the corner." Atau seperi yang dikutip dari Heraclitus pada jaman saya kuliah di filsafat dulu yang tidak pernah saya lupakan," Panta rhei kai ouden menei", artinya "Everything flows, and nothing stays!" Saya ikuti saja kemana air seharusnya mengalir yang sudah lewat ya dibiarkan, nikmati yang ada sekarang dan penuh harapan akan masa depan.***

Foto: underthebluedoor.org

You May Also Like