AES 116 Proses belajar
Proses belajar tidak pernah berakhir kita bisa belajar dimana saja kapan saja. Pada saat SD pada saat mengikuti musik sore pasti ada yang namanya penyerahan sertifikat tanda bahwa belajar tidak pernah berakhir. Dulu aku berpikir “Yea jelas mereka tidak akan berhenti belajar karena mereka baru lulus SD, SMP” namun akhir pada saat SMP aku berpikir bahwa iya benar juga belajar tidak akan pernah berakhir. Pada saat berkegiatan di luar sekolah kita masih bisa mendapatkan hal hal baru yang malah justru tidak kita dapatkan di sekolah.
Proses belajar tidak akan pernah berhenti selama kita memang memiliki keinginan untuk belajar hal hal baru dalam hidup kita. Namun aku sendiri jujur kadang malas untuk belajar dari nol atau belajar dari awal. Apa lagi belajar kadang masih suka tergantung dengan mood ku.
Namun selama di KPB aku banyak belajar dari pengalaman. Hal yang perlu diketahui adalah bahwa KPB tidak belajar pelajaran seperti SMA SMA pada umumnya. Kami tidak belajar kimia, biologi secara teori namun menurutku kita masih belajar meskipun tidak secara langsung. Memang beberapa orang belajar secara teori. Aku pribadi les lagi agar pada saat ujian nanti aku bisa mengerti. Salah satu hal yang aku pelajari dengan cara belajar dari pengalaman adalah etika. Memang etika salah satu cara belajar paling benarnya adalah dengan cara pengalaman. Memang kadang kita masih suka diingatkan orang tua, teman, atau kakak bahwa kita harus nya begini bukan begitu. Dengan ada nya di tegur seperti itu kita juga jadi belajar bahwa hal yang kita lakukan adalah hal yang salah.
Salah satu skill yang aku pelajari selama di KPB adalah komunikasi, komunikasi antar teman bahkan komunikasi bersama dengan mentor atau anggota komunitas lain. Pada saat proyek membuat kertas daur ulang aku juga belajar banyak hal. Dari awalnya mulai dari coba coba trial and error, hingga akhirnya kita bisa menemukan cara terbaik untuk membuat kertas daur ulang. Hal hal tersebut tidak akan kita dapatkan dengan cara baca buku namun dari pengalaman yang kita alami. Pada saat membuat kertas aku juga banyak melakukan kesalahan karena awalnya kita gak tahu apa apa. Meskipun sudah mengikuti kelas semesta kita masih tetap perlu melakukan trial and error sendiri. Namun aku dan teman teman bisa belajar dari kesalahan kita sehingga tidak perlu mengulangi kesalahan berulang ulang.
Meskipun proyek kertas mulai dari trial and error aku bisa belajar dari kesalahan tersebut dengan cara : kreatif, berani mencoba, dan pantang menyerah. Apabila aku gak kreatif aku gak akan bisa berkembang dan mengeluarkan ide ide. Namun pada saat sudah ada ide nya aku harus berani mencoba agar memastikan bahwa metode atau ide yang aku berikan ini bisa efektif atau tidak apabila masih salah dan tidak berhasil kalau aku memiliki sifat yang gampang menyerah aku tidak akan memikirkan solusi selanjutnya.
Selain kertas aku juga belajar bagaimana caranya mendesain poster dengan baik. Mulai dari menentukan audience, riset warna, lalu desainnya itu sendiri. Sebenarnya aku tidak terlalu banyak dapat pelajaran pada saat mendesainnya sendiri, aku banyak belajar apa saja yang harus dilakukan sebelum mulai mendesain suatu poster.
Menentukan audience. Setiap audience memiliki tema nya masing-masing. Mulai dari anak-anak. Mereka cenderung lebih tertarik dengan desain yang berwarna dan banyak gambarnya. Font yang dipilih juga tidak bisa kaku dan harus unik. Apa bila audiencenya remaja mereka mungkin sudah tidak terlalu tertarik lagi dengan design yang banyak gambar kartun nya. Soal warna dan gambar juga disesuaikan dengan gender audiencenya. Tapi menurutku desain itu akhirnya kembali lagi ke selera masing-masing orangnya.
Pembelajaran di KPB semuanya tidak secara langsung. Kita harus memiliki kemampuan untuk menganalisis dan melakukan pemaknaan mengenai apa saja yang sudah kita lakukan hal apa saja yang bisa kita ambil dari kegiatan yang sudah kita lakukan, hal baru apa saja yang kita dapatkan atau pelajari dari setelah mengikuti kelas atau kegiatan tersebut.