Tiga hari terakhir ini saya menjadi bagian dari kelompok manusia penyebab macet! Tidak juga sih, sebab saya meninggalkan rumah ketika kemacetan sudah mereda.
Ada kegembiraan tersendiri yang saya rasakan ketika menjadi bagian dari ribuan pengendara sepeda motor di pagi hari. Menjadi bagian dari sesuatu yang besar, walau tidak ada keterikatan, tidak ada komunikasi dan tidak ada yang kenal. Sangat unik. Maksud saya dengan keunikan ini adalah, ada perasaan connected dengan sesuatu yang lebih besar, tapi pada saat yang sama juga saya merasa koneksinya semu. Bukan disconnected, tapi mungkin lebih ke separated. Unik khan? connected and yet separated. Mungkin lebih cocok kalau dikatakan saya ge er-an saja menganggap diri menjadi bagian dari kelompok besar walaupun pada kenyataanya tidak.
Eniwei, ini keseruan yang saya rasakan selama 3 hari belakangan ini. Saya merasa tidak menjadi pengangguran, walau kenyataannya sih tetap iya. Kalau anak-anak kecil, seperti playing pretend, hahaha. Keseruan apa saja yang saya rasakan selama 3 hari ini? Pertama saya lebih nyaman bersepeda motor daripada kendaraan roda empat, saya bisa berkedaraan sambil melamun, berpikir atau bahkan membuat rencana, mirip seperti ketika saya berjalan kaki dari apartemen menuju kantor ketika berada di Fort Collins, bedanya di sini saya tidak menggunakan earbuds dan mendengarkan lagu-lagu koleksi pribadi. Di Bandung saya menikmati live show! Hari Senin saya mendengar alunan biola yang menjajikan salah satu lagunya Adelle, kemarin salah satu lagunya John Mayer, tadi pagi hanya sayup-sayup yang saya dengar karena agak jauh, dan masih menduga-duga lagu apa yang dia mainkan.
Perjalanan sekitar 15km, biasa dijalani selama sekitar 40 menit. Beda dengan di bulan Juli tahun lalu selama 1 bulan saya mengemudi dari Windsor ke Fort Collins sekitar 19km selama 20 menit. Tempat berbeda, di sana lebih bagus, lebih lengang, lebih menenangkan, tapi di sini saya lebih gembira. Aneh khan? Kalau dibandingkan, di sini itu sangat semrawut, dan naik motor itu saya terekspose dengan berbagai aroma, termasuk tadi pagi saya harus menemui 4 truk sampah! Hahaha..
Dunia itu bising! Itu yang kemudian saya sadari. Mungkin sebenarnya sejak dahulu sudah tahu bahwa dunia itu bising, tapi karena keenakan lalu melupakan. Bersepeda motor akhirnya menjadi semacam pengingat bahwa banyak anugerah yang diberikan oleh semesta yang kemudian karena faktor manusia, kita banyak melupakan berbagai hal dan take everything for granted! Privasi itu kemewahan, kehentingan itu juga kemewahan. Semuanya itu anugerah, harus disyukuri, count your blessings!
Jadi apa yang saya sadari disamping obrolan saya di atas? To feel alive I have to move. Masing terngiang-ngiang obrolan dengan kak @leoamurist dua hari lalu. Ba Zi bisa jadi memang keren, kata kakak itu adalah data statistik selama 4 ribu tahun. Kalau sampelnya diambil selama 4 ribu tahun berarti sangat akurat, margin of errornya harusnya sangat kecil karena sampelnya sangat qualified. Tapi itu obrolan lain, yang ingin saya ungkapkan adalah, insight itu jika hanya dipendam tidak akan banyak berguna. Yang harus kita lakukan adalah menjalaninya. Nah itu yang saya lamunkan selama bersepeda motor tadi pagi. Sayangnya ada kemacetan luar biasa, dan kemacetan mengganggu refleksi saya pagi ini. Tidak apa-apa, besok akan saya lakukan lagi.
Foto credit: cycleworld.com