AES 128 Impulsive Writing
joefelus
Tuesday September 28 2021, 12:17 AM
AES 128 Impulsive Writing

Mengapa saya menulis? Tentunya agar saya bisa mengingat! Apakah semuanya? Berapa banyak yang akan ditulis? Apakah mau menulis semuanya yang sudah terjadi? Kenapa menyimpan semua tulisan dan blog itu? Pertanyaan itu semua muncul dalam benak saya ketika keluar dari klinik sesudah bertemu dengan dokter yang menangani masalah Thyroid saya. Saya masih punya 1.5 jam hingga harus masuk kantor, jadi ketika menemukan sebuah bangku di taman dekat klinik, saya berhenti, mengeluarkan laptop dan kopi lalu mulai menulis.

Kadang saya merasa apakah keinginan untuk menulis yang saya rasakan itu adalah semacam kondisi yang kompulsif. Gerakan hati untuk menulis memang kadang tinggi dan tak tertahankan walau sering juga keinginan itu tidak dibarengi dengan ide, kadang hanya ingin menulis sesuatu tapi tidak tahu akan menulis apa.

Menulis bagi saya bisa menjadi semacam kegiatan untuk menemukan diri sendiri, menghubungkan diri dengan segala sesuatu yang ada di luar diri, dengan orang lain, dengan lingkungan, dengan keindahan ciptaan, dengan peristiwa bahkan dengan perasaan.

Menulis itu juga sebagai sarana untuk mengekplorasi bahasa. Menambah pengetahuan kosa kata. Pernah tercenung, terdiam dan berusaha menemukan sebuah kata yang cocok selama bermenit-menit? itu salah satu proses ekplorasi dalam menulis. Pernah bingung bagaimana memaparkan sebuah perasaan? Berputar-putar lalu akhirnya menekan tombol backspace sampai kata-kata semua habis terhapus karena ada ketidak-puasan? Pernah menulis karena kadang pada suatu saat tidak ada hal lain lagi yang ingin dilakukan? Ya, itu adalah beberapa keseruan dari menulis.

Menulis kadang sebagai usaha untuk melepaskan diri dari kesedihan. Menangis atau berteriak kadang bukan menjadi pilihan yang terbaik, jadi secara tidak langsung menulis adalah sebuah cara untuk menyelamatkan diri sendiri dari sebuah situasi yang tidak menyenangkan, merekam diri sendiri dan menguatkan tempat berpijak!

Apapun alasannya menulis, itu adalah upaya untuk meraih sesuatu, mencapai sesuatu, menggapai entah itu harapan, kepuasan, kelegaan dan banyak hal lainnya. Merangkai kata-kata untuk mengenali sesuatu, mengerti sesuatu dengan lebih baik dan membuat suatu hal menjadi lebih jelas. Seringkali meraba-raba dalam sebuah kegelapan, tapi justru itu adalah sesuatu yang sangat berharga karena pada akhirnya saya akan mulai melihat sebuah kejelasan.

Saya meyakini seringkali kegiatan menulis itu kompulsif, itu mungkin alasannya mengapa para penulis seringkali pada awalnya tidak memilih untuk menjadi penulis. Tapi ini topik lain, mungkin akan saya jadikan tulisan berikutnya. Tapi tidak janji :)

Tentu saja dengan menulis, saya sadar bahwa kesedihan masih ada di sana, menulis tidak menghilangkan kesedihan. Kalau saya menulis tentang sebuah kehilangan atau kekosongan, bukan berarti dengan menulis lalu kekosongan itu menjadi terisi, tidak sama sekali. Hanya kedamaian sesaat dan hanya sementara, keyakinan bahwa menulis akan menyelesaikan seuatu masalah yang sedang dihadapi sebetulnya hanya sebuah ide yang tidak realistis, hanya sebuah ilusi tapi setidak-tidaknya saya telah menghasilkan sebuah tulisan. Dan kondisi itu membuat saya terus menulis.

Saya lupa siapa yang berkata ini, Man who can converse have more enjoyment and so do women who can converse back. Saya rasa ini kalimat yang sangat cocok. Mungkin ketika saya menulis dalam sebuah kesedihan, perasaan itu tidak hilang, tapi ada semacam enjoyment yang saya rasakan ketika menulis walau sebetulnya tetap dalam kesedihan. Ada kelegaan sesudah mengungkapkan dalam rangkaian kata-kata. sama seperti ngobrol dengan orang lain, curhat istilahnya sih, tapi apakah sesudah curhat kesedihan itu hilang? sama sekali tidak.

Dan ketika semuanya sudah diungkapkan dalam tulisan, saya bisa berkata seperti yang seseorang pernah katakan, juga lupa siapa, "Once I had everything I wanted. Now all I have is me, myself and I" Ya, sesudah saya tuliskan, saya utarakan dalam bentuk kata-kata, akhirnya saya harus kembali ke dalam diri sendiri dan kembali ke dalam sebuah realitas hidup untuk menghadapi dan menyelesaikan apa yang sedang saya alami!

innocentiaine
@innocentiaine   5 years ago
whoa menarik pak Jo.. menulis untuk menemukan diri, menghubungkan diri, mengeksplor bahasa, mengungkap rasa, menggapai sesuatu.. dan segitunya sampe bisa terasa kompulsif ya (tampaknya akan lebih seru lagi nih kalo jadi ditulis :) ) Saya juga terkesan dengan pandangan Eric Carle ttg menulis: “writing is another way to reestablish old feelings, to reacquaint yourself with old friends who may be long gone, pulling stories together, leaving out the nonessential, recapturing the inner self, is hard work, but rewarding and refreshing.” Senada dan segitunya juga loh pak..