Satu kata ini sangat luar biasa. Tampaknya sangat sederhana, terdiri dari 2 huruf jika dalam bahasa inggris, tapi memberikan implikasi yang tidak terbatas. Saya sungguh menyukai kata ini, terutama karena ketidak terbatasannya itu, tapi kalau dipikirkan benar-benar, semua yang berkaitan dengan kata "jika" hampir setiap kali mwmpunyai kaitan dengan pilihan.
Tidak jarang kita berpikir akan masa lalu kemudian setelah menyadari beberapa pilihan yang buruk atau tidak tepat yang telah kita ambil, kita berandai-andai dengan apa yang mungkin terjadi seandainya pilihan itu tidak kita ambil. Tidak jarang juga kita menyalahkan diri sendiri akan apa yang terjadi di masa lampau. Tapi apakah semua yang kita pikirkan, kita sesali bahkan menyalahkan diri sendiri itu akan merubah keadaan?
Daripada terus menerus menggunakan kata "jika" ini dan jika itu. Yang paling tepat adalah memfokuskan diri sendiri pada saat sekarang dan masa depan. Yang sebaiknya kita lakukan adalah belajar dari kejadian masa lalu.
Yang terjadi di masa lalu bisa dijadikan pedoman namun bukan berarti mengikatkan diri sendiri dan bergantung pada semacam hipotesa yang kita ciptakan berdasarkan kondisi di masa lalu. Tidak ada orang yang mampu menjanjikan masa depan pada hari ini. Banyak kemungkinan yang dapat terjadi sebelum hari esok. Kita mungkin masih bisa bersiap-siap tapi tidak ada yang dapat memastikan. Yang dapat kita lakukan pada saat ini adalah berpegang teguh pada kunci kesuksesan, kebahagiaan dan segala sesuatu yang kita miliki bukan pada "jika", "seandainya" atau "kalau saja", tapi pada diri sendiri. Dan waktunya adalah sekarang karena satu jam yang akan datang, satu menit yang akan datang, bahkan 1 detik yang akan datang belum menjadi milik kita. Jadi pilihannya ada pada diri kita! Nah, begitulah.
Foto credit: indianexpress.com