Hari kedua saya mengalami writer's block. Sampai malam saya belum menemukan apa-apa yang bisa ditulis. Tadi siang saya sudah memilih topik sudah ada beberapa paragraf tapi tidak bisa dikembangkan dan berhenti di tengah jalan tanpa tahu harus dibagaimanakan lagi, lalu saya kehilangan minat dan niat untuk meneruskan langsung lenyap. Ada terpikir untuk menghapusnya saja, daripada menuh-menuhi draft yang sampai sekarang sudah mendekati 50 tapi sayang dan masih berharap suatu waktu nanti saya bisa teruskan. Agak mengganggu juga mengetahui ini, itu artinya banyak pikiran dan rencana saya yang mandeg tanpa bisa diteruskan.
Saya juga memikirkan rencana untuk menulis ketika sedang berolahraga. Sepulang kerja memang saya pergi ke rec center, itu nama gedung olahraga milik kampus yang sangat besar, ada beberapa lapangan basket, ada beberapa studio untuk olahraga dalam ruangan seperti yoga atau pilates, ada kolam renang lengkap dengan hot tub atau jacuzi dan 2 steam room atau sauna, belum lagi track untuk lari di lantai dua dan puluhan treadmills, elliptical, sepeda statis dan peralatan olahraga lainnya. Ini fasilitas yang luar biasa. Anehnya dalam suhu dingin hari ini gedung ini masih terlihat penuh dengan orang yang berolahraga. Beberapa hari lalu saya kesulitan menemukan treadmill, hari ini juga, untungnya begitu saya siap ada seseorang yang selesai jadi saya bisa menggunakannya dan berlari selama 40 menit. Lumayan bisa membakar kalori hampir 500. Tetap saya lebih suka berlari di jalan raya, jika udara tidak sedingin ini, mungkin saya akan lebih memilih berlari di jalan.
Nah, selama berlari saya berpikir dengan keras mencari topik untuk menulis, tetap hingga saya selesai berolahraga dan mandi pun saya belum menenukan apa-apa. Seperti orang yang kehabisan ide. Yang mengerikan ketika saya iseng mambaca bisa berapa lama seseorang mengalami writer's block, ternyata bisa sampai bertahun-tahun! Ada katanya seorang penulis yang saya lupa amanya mengalami ini hingga 13 tahun! Waduh! Nah tapi saya sendiri saat ini juga tidak tahu apakah benar mengalami writer's block atau tidak karena saya tidak pernah menganggap diri sebagai penulis. Yang saya alami adalah kesulitan untuk menemukan ide untuk menulis. Itu saja. Apakah itu yang dimaksud dengan writer's block atau bukan, saya sendiri tidak tahu.
Kalau hanya sekedar menulis saja seperti sekarang ini memang tidak apa-apa. Kemarin saya beruntung ketika ditengah jalan pada saat menulis, tiba-tiba ada ide muncul bercerita tentang rasa percaya diri. Nah sekarang terus terang dan dengan jujur saya akui bahwa sama sekali tidak mempunyai apa-apa untuk ditulis.
Saya kemarin membaca tentang kebiasaan menulis. Katanya menulis itu bisa dijadikan semacam latihan untuk otak kita agar tetap aktif sehingga mengurangi kemungkinan terkena dimentia. Nah ini menjadi semacam pemicu bagi saya untuk terus melakukan kegiatan ini yang saya rasakan sudah mulai menjadi sebuah kebiasaan. Lumayan sih, ini tulisan untuk AES yang ke 614. Artinya sekitar 3 hingga 4 bulan lagi saya sudah 2 tahun penuh menulis hampir setiap hari. Kebiasaan sudah terbentuk, mungkin target saya sekarang harus diubah, bukan kuantitas lagi yang diutamakan karena kalo melihat kuantitas, diatas agka 600 itu sudah termasuk yang sangat produktif, nah sekarang tinggal difokuskan ke kualitas. Menulis yang bermutu dan berisi itu tidak mudah, kalau memilih topik saja tidak mampu seperti saat ini, bagaimana saya bisa menulis yang berkualitas? Betul khan? Nah mudah-mudahan saja besok saya punya sesuatu. Untuk sekarang saya mohon maaf, saya menyerah. Saya akan istirahat saja dan berharap besok punya pikiran yang lebih cerah sehingga bisa menangkap sesuatu yang bisa dijadikan bahan untuk ngobrol.
Foto credit: letterreview.com