AES 1036 Rasa
joefelus
Tuesday March 26 2024, 10:51 AM
AES 1036 Rasa

Matahari begitu menyilaukan walau saya sudah mengenakan kaca mata hitam. Saya mengemudi menuju rumah ke arah Barat persis ketika saat-saat menjelang matahari terbenam dan begitu terang diantara perbukitan yang masih tertutup warna putih setelah semalaman dihadapkan pada badai kedua di musim Semi. Namanya Colorado, yang namanya salju tidak pernah dapat diterka, walau sudah musim semi bahkan musim panas salju masih suka datang mengunjungi. Tapi walau semalaman penuh salju, dan tadi pagi saya harus menghabiskan hampir 30 menit membersihkan mobil dari salju dan lapisan es yang menutupi seluruh kendaraan, sore hari semuanya sudah mencair dan hanya sebagian kecil saja yang tersisa, seolah-olah tidak pernah terjadi badai semalam sebelumnya. Di tempat salah satu teman baik saya di Canada, salju begitu tebal hingga mungkin hampir mencapai 50cm. Tapi hanya sedikit yang kami nikmati hari ini, tadi pagi mungkin tidak lebih dari 5 hingga 6cm saja. Hanya saja karena diawali dengan hujan, maka air hujan itu membeku membentuk lapisan es di kaca-kaca kendaraan, sehingga saya harus mengalami kondisi yang tidak menyenangkan tadi pagi mengerok kaca mobil dengan alat pengerok yang selalu tersedia di dalam kendaraan. Jika tidak dikerok maka saya tidak akan bisa meliat apapun ke depan maupun ke samping. Mengeroknya bukan hal yang sulit, yang tidak menyenangkan adalah mengerjakannya dalam suhu -19 derajat Celcius. Nah itu yang menyengsarakan hahahaha.

Di musim semi memang matahari baru terbenam sekitar pukul 7 malam. Semakin mendekati musim panas semakin malam matahari terbenam, bahkan hingga pukul 9 malam. Saya baru pulang dari berolahraga di Gym lalu mampir sebentar ke supermarket karena membutuhkan sabun cuci piring dan roti lalu langsung menuju rumah karena ada janji sekitar pukul 7:30 malam. Perasaan saya sore ini (atau mungkin bisa disebut malam) begitu berbeda dengan siang tadi. Siang tadi saya begitu lelah dan mengantuk karena semalam sebelumnya sulit tidur. Akhir-akhir ini memang banyak yang ada dalam pikiran, walau dalam keadan lelah, di malam hari saya masih sering terjaga lalu sulit kembali memejamkan mata. Nah sore atau malam hari ini saya begitu positif, begitu tenang dan hampir bisa dikatakan saya begitu bahagia. Ini perasaan yang sudah lama tidak saya rasakan. Bukan soal bahagianya, tapi perasaan seperti yang saya rasakan saat ini berbeda sekali. Sebuah perasaan yang menyenangkan dan sulit saya ceritakan. Sangat positif, tidak ada rasa khawatir atau pikiran yang mengganggu, tapi berbeda sekali dengan rasa bahagia. Entah itu perasaan apa, tapi buat saya sangat menyenangkan, sangat membuat tubuh dan pikiran menjadi santai dan rileks. Duduk dalam kendaraan sambil mendengarkan musik penuh dengan senyuman. Berbeda sekali dengan tadi siang dimana saya merasa sangat lelah dan mengantuk. Padahal kalau dibilang lelah, sesudah bermain pingpong selama lebih dari 1 jam lalu ditambah dengan olahraga keras di Gym seharusnya saya menjadi sangat lelah, tapi itu semua tidak terasa. Aneh bukan?

Apakah karena hormon bahagia yang terpompa selama berolahraga? Mungkin saja, sebab saya berolahraga sangat keras bahkan hingga rate detak jantung saya mencapai lebih dari 100 persen. Saya merasa bersyukur telah memutuskan untuk pergi berolahraga, sebab sebelumnya saya sangat enggan karena tubuh yang lelah dan mengantuk tadi. Selalu banyak yang bisa dijadikan alasan untuk tidak berolahraga. Tubuh dan otak saya selalu menentang jika akan berolahraga karena tubuh serasa disiksa hahaha.. Lagi-lagi kembali kepada komitmen. Masalah olahraga memang selalu naik turun. Kadang saya bisa setiap hari bersemangat tapi tidak jarang berbulan-bulan saya kendur. Tapi jika mengingat perasaan yang asyik sesudah berolahraga, saya rasa semuanya itu setimpal, apalagi jika nanti malam saya bisa tidur dengan nyenyak. Jika demikian saya akan pergi berolahraga lagi besok, dan besoknya lagi. Begitu seterusnya.

Foto credit: menshealth.com

You May Also Like