AES010 Diluar Kendali
wulan bubuy
Wednesday September 15 2021, 8:30 PM
AES010 Diluar Kendali

Aku terbangun setengah jam sebelum alarm berbunyi, sepertinya pesan itu sudah tersampaikan lebih cepat ke seluruh sistem syaraf saat jemariku menyetel rencana bangun tepat di tengah malam untuk menemani Aba yang sedang bersiap mengejar pesawat paling pagi ke Balikpapan. Alhamdulillah, aku jadi tak perlu terburu-buru dan masih sempat berbincang santai sambil menunggu jemputan yang sudah diaturkan oleh kantornya. Tapi kan seperti yang kita semua tahu, gak semua rencana itu selalu berjalan mulus, ada saja hal yang terjadi diluar kendali kita. 

“.... Jadinya reschedule”, pesan singkat itu kuterima dan dalam bayanganku, situasi yang bikin lemas karena tetiba harus ngurus jadwal baru pasti menyisakan rasa gemas campur aduk. Maka kuputuskan untuk menunggu kabar berikutnya saja sambil merenungi apa yang sempat terlintas selama beberapa pekan ke belakang. Kala itu, hati dan pikiranku rasanya seperti gerak air dalam sebuah wadah yang terguncang-guncang. Tenang sejenak, lalu kembali beriak begitu diguncangkan lagi. Padahal yang mau berangkat bukan aku, tetapi ‘ribut’ di dalam diriku seperti perlu ditenangkan berkali-kali karena kunjungan lokasi kali ini akan memakan waktu cukup lama, apalagi di situasi seperti sekarang jadi panjang sekali persiapannya.

Saat itu, guna menenangkan hati dan pikiran kubuka kembali rumus mencapai zona ikhlas, “Ada dimana dia?” Tanpa pikir panjang aku langsung memilih teknik release dengan menarik nafas, istighfar. Tujuanku adalah membalik perasaan negatif menjadi prasangka baik. Proses yang kurasa sangat menenangkan dalam menemukan semangat di dalam diri hingga muncul dorongan untuk membawa segala kekhawatiran itu ke dalam harapan baik. 

Aku percaya kerja semesta yang tersampaikan melalui waktu, tidak bisa kuminta untuk dipercepat maupun diperlambat. Apa yang terjadi disisiku terkadang belum bisa kupahami sepenuhnya, aku sendiri perlu waktu lebih lama untuk bisa mengurainya satu persatu. Pikiran dalam kepalaku sering kualihkan menjadi “Hidup itu lucu, selalu saja ada alasan yang membuat aku bisa tertawa”, sebagai bentuk pemahamanku bahwa kesulitan itu akan datang bersamaan dengan kemudahan. Ini bisa kukatakan sebagai penyemangatku, seperti pemain sulap yang bisa merubah ketegangan menjadi tepuk tangan dan senyum diwajah penonton. 

Alhamdulillah ‘Ala Kulli Haal. Kuyakin, segalanya memang sudah diatur dengan kesempurnaan yang hanya milik-Nya, tapi sebagai manusia aku sendiri merasa masih perlu diingatkan lagi dan lagi agar keyakinan itu bisa terus mengisi ruang yang kosong. Seperti situasi yang harus dihadapinya hari ini, tentu bukan sebuah kebetulan belaka. Jelas, ada pertolongan Allah disana, sepelik apapun situasinya kuyakin ada kemudahan yang menyertainya. Inna Ma’al- ‘Usri Yusra...

Andy Sutioso
@kak-andy   5 years ago
Keren tulisannya Bubuy. Terima kasih sudah berbagi cerita...
Selamat juga untuk tulisannya yang sudah mencapai double digits. 🏼😊
wulan bubuy
@wulan-bubuy   5 years ago
Terima kasih kak Andy 🙏
You May Also Like