"Hi All,
Thanks for the information. I've submitted a new hire form and background check request for Kano. He should receive an email this week with the next steps for the background check. Once we hear that that has been completed, I'll follow up with him to discuss payroll onboarding and his work schedule.
I am looking forward to meeting you, Kano!"
Saya tersenyum bahagia ketika duduk sambil menikmati kopi sesudah kegiatan berenang saya selesai dan membaca email ini dari seorang manager yang bertugas di kampus. Sejak beberapa waktu yang lalu saya memang berharap bahwa Kano bisa memulai karirnya di kampus dengan berbagai pertimbangan. Gaji yang dia peroleh akan cukup untuk menghidupi diri sendiri, kedua dia akan mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya tanpa biaya. Memang akan butuh waktu yang lama untuk menyelesaikan studinya, tapi Kano masih muda, dia masih punya banyak waktu untuk belajar dan memulai hidup mandirinya. Nah dengan berbekal ide itu, saya mendiskusikan kemungkinan ini dengan Kano.
"We need to talk, Kano." Kata saya ketika duduk di sebuah restoran Mongolia untuk makan malam.
"Sure." Jawab Kano.
Kami duduk sambil makan dan saya mengutarakan ide yang saya miliki. Saya katakan bahwa saya sudah bertemu dengan seorang general manager yang kebetulan seorang sahabat yang sangat baik, dan beliau tertarik untuk merekrut Kano. Saya katakan bahwa di pekerjaannya yang sekarang, Kano sangat disukai oleh para managernya karena dia pekerja yang ulet dan mempunyai work ethic yang sangat baik. Kano malah pernah berkata bahwa work ethic dia sama dengan ayahnya (Hahaha.. ini anak jago juga mengambil hati bapaknya). Sahabat saya ini tertawa mendengar cerita saya ini dan dia memang tahu bahwa saya pekerja keras sehingga ketika Kano mengatakan bahwa work ethic dia seperti bapaknya, sahabat saya ini tertawa.
"So, the general manager told me if you wanted to start as soon as possible, we can start the paperwork this week and you can even start before the end of the month. Meaning that you can give your present work your 2 weeks' notice." Kata saya
"I am interested and I want to work for the university." Jawab Kano
"Yes, but if you start working this month, it means that we are not going with mommy to Hawaii. Now you have to decide." Kata saya. Kami memang berencana untuk menemani Nina yang akan pergi konferensi, tapi itu baru bulan depan, jadi jika Kano akan mulai kerja bulan ini dia tidak akan bisa pergi.
"Well, I want to go, but I cannot pass on this opportunity either. I will choose to take the job." Kata Kano dengan nada yang sangat yakin.
"Are you sure about this?" Tanya saya.
"Yes! Positive!" Jawab Kano.
Saya langsung angkat telepon dan segera menyampaikan keputusan Kano ini. Beberapa menit kemudian saya memperoleh balasan bahwa saya harus mengirimkan informasi tentang Kano sebab mereka akan segera memproses. Dan pagi ini saya menerima email di atas.
Bulan-bulan terakhir ini memang situasi Kano menjadi fokus pertimbangan saya. Saya ingin sekali Kano dapat melanjutkan pendidikan dia di sini. Untuk pulang ke tanah air, Kano akan terkendala dengan bahasa. Ini sudah saya alami dulu ketika mencari TK dan SD. Karena kemampuan bahasa Indonesianya sangat terbatas sangat sulit untuk masuk sekolah. Bahkan Kano baru sekolah di Smipa ketika SD, ketika kemampuan bahasa Indonesia dia sudah lebih baik, setelah selama 2 tahun masuk sekolah internasional. Lucunya dia masuk sekolah internasional bukan bertujuan agar jago berkomunikasi dalam bahasa Inggris, tapi sebaliknya, justru agar Kano bisa berbahasa Indonesia hahahaha... Ya begitulah sekolah internasional di Indonesia memang unik hehehe.. Eniwei, jika Kano kuliah di tanah air, tentunya dia akan kesulitan sebab Kano tidak lancar berbahasa Indonesia, untuk berkomunikasi mungkin dia masih mampu, tapi untuk menulis misalnya, dia akan kewalahan. Kedua untuk test perguruan tinggi apalagi misalnya Bahasa Indonesia, Ilmu sosial, dia akan kacau balau juga karena social science yang Kano pelajari berbeda dengan yang dipelajari di SMA Indonesia. Pada intinya, banyak kendala yang akan sulit dia hadapi. Jadi yang paling masuk akal adalah melanjutkan pendidikan dia di sini, hanya saja orang tuanya yang akan kelabakan sebab biaya kuliah dan biaya hidup sangat tinggi. Dengan gaji dosen di Indonesia, kami tidak akan mampu membiayainya. Nah lalu timbulan ide untuk bekerja di kampus. Sebagai karyawan kampus dia akan memperoleh kesempatan untuk melanjutkan studynya tanpa dipungut biaya, tapi tentu saja akan butuh waktu 2 kali lipat karena jumlah kredit yang diberikan setiap tahunnya sangat terbatas.
Kano sempat berpikir untuk masuk angkatan laut. Nah ini juga salah satu upaya untuk mendapat kesempatan kuliah yang juga tidak dipungut biaya. Bedanya, Kano harus jadi anggota militer. Jujur, saya agak ngeri sebab bergabung dengan militer artinya dia bisa saja di deploy ke medan perang! Anak saya hanya seorang, ada ribuan korban perang dan saya tidak mau anak satu-satunya ini menjadi salah satu diantara mereka walau tentu saja membayangkan Kano menggunakan seragam US Navy dia akan terlihat keren juga. Hahaha... Tapi semua itu memang keputusan Kano, saya akan mendukung apapun yang dia inginkan.
Sepertinya saya memang orang yang terlalu khawatir dan banyak memikirkan hal-hal yang tidak terlalu perlu. Mungkin seharusnya saya lebih mempercayai bahwa pada saatnya segala sesuatu akan baik adanya, everything will fall into it's place, saya hanya butuh bersabar hingga pintu kesempatan terbuka. Semoga saja ini merupakan jalan yang tepat. So far it is a good start in 2023.
foto credit: wayneelsey.com
Wooow, congratulations Joe! Keren Kano! Semoga sukses dengan perannya yang baru 🙏😊👍
Terima kasih Kak, mohon doaya agar lancar.