121 tulis tangan
innocentiaine
Monday May 2 2022, 8:45 PM
121 tulis tangan

Hari ini ingin bercerita tentang seorang bunda yang biasa kami panggil Moes. Moes sudah meninggal di awal tahun 2021 lalu, di usia 88 tahun. Aku baru mengenalnya di usianya yang sudah lewat 70an. Tubuhnya mungil, tapi hatinya sungguh besar. Wajahnya lembut dengan senyum penuh kasih, masih memberi bayangan cantiknya Moes ketika muda. Hari-harinya penuh doa, terutama bagi kedua putra dan keluarga mereka yang sangat ia kasihi, juga untuk semua orang yang ada dalam hidupnya. Kalaupun tidak jadi orang pertama, ia tidak pernah lupa untuk mengirimkan ucapan selamat dan doa pada hari ulang tahun dan hari istimewa lain, semua orang yang dikenalnya. Di berbagai kesempatan ia mengupayakan diri untuk menengok dan berdoa bagi mereka yang sakit, atau meninggal.

Putranya pernah bercerita tentang kebiasaan Moes yang ia lakukan bahkan sampai beberapa hari sebelum meninggalnya, yaitu kebiasaan menulis. Tentunya dengan tangan. Tulisan tangannya sangat rapi, huruf sambung hasil didikan sekolah Belanda. Sementara kualitas dan kemampuan tulisan tangan generasi sekarang semakin menurun, tulisan tangan Moesย  bertahan berpuluh tahun. Baru setelah Moes meninggal, putranya membuka buku-buku harian Moes yang ternyata sangat banyak. Setiap hari ada saja yang Moes tuliskan. Utamanya tentang doa, kutipan kitab suci, atau kotbah misa yang ia ikuti, romo yang membawakan, orang yang dijumpai ketika ke gereja, kegiatannya hari itu, orang yang hadir atau menelponnya, ulang tahun orang-orang di sekitarnya, daftar belaja atau barang yang perlu dibeli, dan banyak lagi. Tak heran, pikirannya terus terasah. Hal ini terasa ketika bercakap dengan Moes.

Sepertinya kebiasaan menulis sudah ia lakukan sejak muda. Tidak hanya pada buku hariannya, banyak sekali kertas bekas yang ia kumpulkan untuk persediaan media menulisnya, bahkan resi belanja. Melihat kembali tulisan-tulisan Moes sungguh menghadirkan kenangan atas dirinya. Hal-hal yang penting bagi dirinya, perjalanan hidup dan kesehariannya.. Kenangan indah yang dapat diberikan seorang ibu pada anak cucunya. Semoga tenang dan damai di rumah Bapa, menjadi pendoa bagi anak cucu dan semua orang yang menyayangimu.

Photo by Pixabay: https://www.pexels.com/photo/antique-book-close-up-handwriting-235976/

joefelus
@joefelus   4 years ago
Wah kak Ine, saya jadi kangen mendiang ibu. Ibu saya begitu juga, tulisannya sangat rapih, huruf sambung dan miring. Saya harus cari lagi surat-surat beliau, buku resep dan catatan lainnya untuk di digitized biar abadi. Terima kasih sudah berbagi :)
innocentiaine
@innocentiaine   4 years ago
Sama ya pak ๐Ÿ˜ƒ betul pak, diabadikan, jadi kenangan yang bisa lebih bercerita.. ๐Ÿ‘๐Ÿผ
You May Also Like