Semester 2 Kelas 11.
Di Semester kedua ini kami lebih banyak menggunakan google calendar sebagai alat untuk koordinasi kami. Oleh karena itu setiap anggota kelompok Gobak sodor lebih diharuskan mengecek kalender di setiap pagi hari. Dalam semester ini tidak banyak perubahan. Kami masih tetap melakukan koordinasi pagi di setiap pagi (kecuali di hari dimana kita kegiatan offline) waktu hening juga masih kita lakukan secara rutin dan secara konsisten setiap harinya maupun kelas online maupun offline.
Di semester kali ini proyek kelas kami banyak berbeda, meskipun masih dalam satu tema yang sama dengan semester sebelum sebelumnya, yaitu kertas daur ulang. Menurutku kertas daur ulang ini sendiri sudah menjadi signature miliki kelas kami. Kelompok lain pasti memiliki signaturenya masing masing seperti contohnya K12 yang signaturenya adalah Sinau, dan K10 yang signature nya adalah proyek sabun organiknya. Kelompok Godor dalam semester ini menginovasi lagi proyek yang sebelumnya sudah dijalankan, dengan adanya inovasi ini kami semua berharap bahwa proyek kali ini akan lebih lancar dibanding sebelum sebelumnya.
Proyek kali ini kami membuat kalender dan notes yang dimana terbuat dari kertas daur ulang yang telah kami buat selama ini, namun kali ini quality control lebih diperketat lagi. Dan selama proyek ini aku berperan sebagai ketua kelompok. Bintang sebagai designer dan bertugas untuk ngeprint itu kalender dan notes. Sedangkan Haegen bertugas sebagai tim produksi dan bendahara proyek, Thania berperan sebagai tim produksi yang dimana tugasnya memproduksi kertas sekaligus membuat kalender dan notes. Begitu pula dengan zacky yang memiliki tugas yang hampir sama dengan Thania. Aku juga tidak hanya berperan sebagai ketua yang harus mengkoordinasi dan mengingatkan teman teman, aku juga membuat design untuk kalender.
Koordinasi kelompok masih kurang berjalan kurang baik menurutku terutama dalam sudut pandangku. Karena pada saat aku berhalangan hadir ke sekolah untuk mengikuti kegiatan sekolah secara offline, masih ada perubahan yang tidak didiskusikan maupun dikabarkan ke aku terlebih dahulu, begitu pula dari teman temannya yang dimana tidak ada update apa pun yang diceritakan. Hal ini cukup krusial karena dengan tidak ada nya update aku pun tidak tahu apa saja yang berubah dari rencana awal.
Tetapi disisi lain aku juga sudah bangga dengan kelompok ku karena setelah sekian lama kita berusaha untuk mengumpulkan dana untuk live in kita banyak gagal nya dibandingkan berhasilnya, seperti misalnya garage sale pada semester lalu yang dimana promosinya kurang banyak dan kurang di push. Berbeda dengan Proyek kali ini yang dimana hampir setiap hari kami promosikan entah itu di Ig story, Post ririungan, hingga Ig Pribadi masing masing anggota kelompok. Dari proyek ini aku sendiri banyak belajar hal baru seperti contohnya bagaimana rasa nya beneran jualan dari nol, lalu menjadi ketua yang lebih baik lagi. Meskipun kita sudah mendapatkan dana yang cukup banyak namun itu tidak cukup, perencanaan untuk workshop juga sudah banyak dan sudah cukup detail, inisiatif dari masing masing individunya juga.
Namun kadang kelompok ini sangat optimal, mulai dari koordinasinya pada pagi hari, kadang kita sudah bisa diskusi dengan baik, semua orang aktif pada saat diskusi, semua orang lebih berinisiatif pada saat diskusi. Terutama pada saat kita ngobrol ngobrol mengenai rencana live in. Semua melakukan riset , semua berpendapat, semuanya ngobrol.