Belajar di KPB.
Salah satu alasan mengapa aku memilih KPB adalah karena cara belajarnya yang unik. Di KPB kita tidak belajar akademik seperti di SMA biasanya, kami di KPB banyak melakukan proyek. Namun pada saat aku bercerita bahwa kita di kpb tidak belajar akademik banyak orang yang bertanya terus nanti lulusnya gimana. Salah satu cara kami untuk mendapatkan ijazah adalah dengan cara ujian persamaan. Karena nanti di akhir aku masih butuh ujian persamaan untuk melanjutkan ke kuliah aku memutuskan untuk Les tambahan setiap hari nya. Jadi aku tidak hanya belajar di sekolah saja, namun aku juga ada les tambahan seperti Matematika, Kimia, Biologi, dan Fisika. Aku sendiri memulai les ini dari Kelas 10. Karena aku ingin paham mengenai materi yang akan diujikan nanti bukan hanya sekedar bisa mengerjakan saja.
Ngomong ngomong mengenai belajar. Apa aja sih yang dilakukan di KPB kalo kita gak belajar. Salah satu cara kita belajar adalah dengan berproyek. Seperti contohnya pada saat kelas 10. Proyek yang kami lakukan adalah proyek berkebun, yang dimana secara tidak langsung kami belajar biologi, dan bahkan praktek sendiri tidak belajar berdasarkan buku cetakan yang membosankan. Salah satu metode belajar yang sering kita lakukan di awal proyek adalah metode riset. Kadang kami melakukan riset mandiri, lalu kami diskusikan secara bersamaan dalam satu forum. Disanalah kami akan berbagi pendapat dan berbagi semua yang sudah kami riset secara mandiri.
Selain riset mandiri, kami juga kadang bertanya tanya kepada ahlinya pada saat di Kelas 10 kami banyak melakukan kelas semesta. Salah satu kelas semesta yang paling aku ingat adalah pada saat kelas semesta bersama Kak Alvinska pada saat di Gambung. Pada saat itu kami belajar banyak mengenai pengolahan dari sampah sampah, hingga akhirnya jadi barang yang cukup bagus. Pada saat kami bertanya mengenai kertas Kak Alvinska sendiri kurang paham mengenai kertas karena tidak terlalu mendalami pengolahan kertas daur ulang. Sehingga kami perlu banyak eksplorasi sendiri pada saat kami memulai proyek kertas.
Salah satu cara kami belajar di KPB adalah dengan cara trial and error. Metode ini banyak kita lakukan pada saat kami melakukan proyek kertas. Karena kita harus banyak eksplorasi mandiri, banyak coba coba. Kita juga harus produktif dan kreatif pada saat mengerjakan proyek ini. Daya juang setiap anggota akan berpengaruh dengan proyek ini. Pada awalnya kami banyak bingung karena apa aja yang harus dilakukan, namun banyak ide yang kita punya kita coba satu persatu hingga pada akhirnya kami bisa membuat kertas yang baik.
Salah satu tantangan terbesar bagiku selama di kpb adalah belajar untuk konsisten. Seperti contohnya atomic essay yang dimana adalah kebiasaan baru kami semua di KPB, kadang aku malas untuk ngetik banyak banyak, kadang juga aku bingung mau cerita atau nulis apa di atomic essay ku. Belajar untuk jadi konsisten dalam satu hal kecil sangatlah sulit bagiku sehingga pada saat mencoba membangun konsisten dalam suatu hal yang besar.
Belajar tidak selalu harus dari buku, maupun soal dengan eksplorasi mandiri dan diskusi dengan teman teman kami juga bisa jadi dapat pengetahuan dan wawasan baru. Selama di Kelas 10 aku banyak belajar dari Kelas semesta, riset dan diskusi bersama dengan teman teman. Namun kebanyakan di kelas 10 aku lebih banyak belajar untuk beradaptasi dengan hal hal baru di KPB, seperti contohnya kualitas riset yang harus ditingkatkan, mengurangi rasa malasku yang berlebihan