AES 175 Keueung
Hari ini kami melakukan kegiatan diluar sekolah yang dimana cukup seru, dan melelahkan. Di pagi harinya aku dan teman-teman pergi ke Museum Pos yang berada di Gedung Sate, awalnya disana sama sekali tidak ada yang menarik bagiku hingga akhirnya aku menemukan benda yang cukup unik, di ruangan pertama aku merasa gerah (kepanasan). Setelah lanjut ke ruangan selanjutnya, aku sudah merasa mulai adem, pada saat itu aku berpikir apa jangan-jangan karena abis lari ya makanya kepanasan? Aku cukup tertarik pada saat di ruangan yang banyak koleksi perangkonya, karena banyak jenisnya dan desainnya yang unik-unik. Mulai dari perangko korea hingga negaranya yang belum pernah aku dengar.
Setelah dari museum pos, kami akhirnya kembali ke taman lansia untuk berkumpul dan diskusi. Aku, Zacky, dan Milo membuat rencana untuk pergi ke Museum Mandala Wangsit setelah pulang sekolah. Pada saat itu kami awalnya berencana buat pergi 3an doang tapi mengingat museumnya yang keueung, kami memutuskan untuk mengajak teman-teman yang lain. Saat kelas sudah beres, kami memutuskan untuk ke Musat dulu untuk nongkrong bentar, setelah itu kami langsung berangkat ke Museum Mandala Wangsit. Disana kami ternyata dipandu. Awalnya cukup membingungkan karena waktu itu kami kesana tidak dipandu sama sekali, tapi kenapa sekarang jadi dipandu. Kami sempat berasumsi karena jumlah kami ganjil, but who knows? Pembawaan bapak pemandu yang aku lupa namanya, cukup asik cara membawanya, pertama ia bisa mengajak kita untuk ngobrol, pembawaannya juga santai banyak bercandanya jadi gak ngebosenin. Pada saat awal masuk aku masih fine-fine aja hingga pada akhirnya masuk ke ruangan nomor 5 atau 6 yang dimana aku merasa merinding. Setelah dari ruangan nomor 6 akhirnya kita naik ke lantai dua, disana aku merasa lebih merinding dibandingkan 2 ruangan tadi, terus jadi tiba-tiba meler (pilek). Zacky sempat bertanya “Pak, bukannya dulu disini ada maung yang 3 an itu ya?” lalu bapaknya menjawab “oiya itu ada nanti” setelah mendengarkan penjelasan dari bapak nya kami dibawa ke ruangan terpisah yang dikunci. Disana ada 3 maung yang dimaksudkan Zacky. Aku menjadi orang pertama yang masuk ke ruangan tersebut sambil bilang “permisi” dengan perlahan-lahan. Aku merasa sangat tertekan pada saat masuk ruangan tersebut jauh dari ruangan-ruangan sebelumnya. Disana kami melihat-lihat dan disuru untuk foto disana, Zacky dan Bintang memilih untuk tidak berfoto dengan 3 maung tersebut karena takut. Aku merasa suasana hari ini cukup menegangkan dan seru, ilmunya juga kita dapat.