Siang ini kami mengunjungi Bosscha, salah satu observatorium tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1923. Perjalanan dimulai dengan melihat matahari melalui teropong yang cukup menakjubkan, ternyata matahari memiliki bintik hitam di permukaannya.
Dari sana, kami langsung menuju gedung kuba, sebuah ikon kota Bandung yang juga menjadi lokasi syuting film Petualangan Sherina 1. Terbayang di benak saya saat Sherina dan Sadam bersembunyi di kuba ini sambil menyanyikan lagu "Bintang-Bintang", dengan penggalan lirik yang cukup terkenal: "Canopus, Capela, Vega."
Kami disambut oleh teropong raksasa yang beratnya mencapai 17 ton berdiri megah di bawah atap kuba berwarna merah. Atap ini bukan sekadar hiasan, tetapi bisa berputar dan terbuka, memungkinkan pengamatan langit dari berbagai arah. Lebih mengagumkan lagi, lantai di dalam kuba ini bisa dinaikkan dan diturunkan, memberi fleksibilitas bagi pengamat. Sementara teropongnya dapat berputar 360 derajat. Saya terpukau, membayangkan bagaimana di tahun 1920-an, teknologi canggih seperti ini sudah bisa dibangun.
Setelah itu, kami melanjutkan ke sesi edukatif tentang matahari dan sistem tata surya. Selama satu jam, kami belajar tentang matahari, bahkan berkesempatan membuat matahari yang terbuat dari kertas. Walaupun waktu terasa singkat untuk mengeksplorasi seluruh area Bosscha, pengalaman ini sangat berharga dan memberikan wawasan baru tentang astronomi.
Terima kasih kepada KAR Bosscha berkat dedikasinya, kita bisa menikmati kecanggihan teknologi pengamatan bintang dan tentunya berkat Bosscha juga kita bisa menyaksikan Sherina dan Sadam berpetualang ditempat ini.