AES31 Tak Pernah Tamat Belajar #1 Toponimi
matheusaribowo
Sunday October 16 2022, 11:24 PM
AES31 Tak Pernah Tamat Belajar #1 Toponimi

"Mat, kamu tinggal dimana sekarang? Tahu nggak darimana asal nama tempat tinggalmu?" tanya kang Gan Gan Jatnika setelah membahas nama daerah yang kami kunjungi. Di bagian gerbang tertulis, SD Negeri Kordon namun di bagian dalamnya terpampang nama SD Negeri Pakar 02. Ya, Kordon ini bukan sekadar nama, ada beberapa tempat lain dengan nama yang sama. Menurut penuturan kang Gan Gan, Kordon itu berarti area perbatasan perang.

Saya kembali mengingat tempat lahir saya, nama desanya Pituruh. Menurut Kakek, Nenek, Bapak, dan sesepuh di kampung, Pituruh tersusun dari kata pitu yang berarti tujuh, dan ruh yaitu roh leluhur (dalam bentuk makam). Dipercaya ada tujuh roh yang menjaga desa kami. Semoga tidak salah mengingat, ada 1 roh dalam bentuk makam khusus (dengan bangunan semacam pendopo yang cukup luas) untuk setiap RW (rukun warga). Ketika saya kecil, masih sering ada acara sukuran, makan-makan maupun doa bersama di masing-masing makam). Yang paling saya ingat adalah ketika menyambut masa tanam dan setelah musim panen. Desa menjadi meriah dan ramai. Setiap rumah akan membawa 'persembahan' syukurnya, bisa berupa hasil bumi maupun sudah dimasak. Tak lupa warga desa akan bersama-sama membuat nasi tumpeng raksasa yang akan dibagikan dan dimakan oleh seluruh warga dan pengunjung upacara. Namun, sampai saat ini saya belum menemukan literasi atau narasi tertulis mengenai cerita ini. Sayang sekali, suatu hari mungkin Pituruh tak lagi dikenal beserta arti nama atau toponiminya. Upacara atau acara yang dulu saya ikuti di makam leluhur juga sudah tidak ada lagi sekarang.

Dengan bekal cerita di tempat lahir saya, toponimi selalu menjadi hal menarik untuk diulik. Di Bandung, ada banyak sekali tempat dengan kisah menarik sebagai latar belakangnya. Dalam kegiatan #Geoliterasi1 bersama teman-teman PGWI (Pemandu Geo Wisata Indonesia), saya mendapatkan buku TOPONIMI Susur Galur Nama Tempat di Jawa Barat 2 karya pak Titi Bachtiar (yang juga menjadi pembicara dalam kegiatan #geoliterasi1). Buku edisi pertamanya pernah saya baca. Termasuk buku karya pak Titi Bachtiar yang lain, yang selalu ada saja pembahasan tentang toponimi.

Jika seorang pujangga besar (Shakespeare) bertanya, "Apalah arti sebuah nama?"
Menurut saya, tentu saja memiliki arti. Meski arti atau maknanya sangat subyektif atau bersifat pribadi. Setidaknya, kita takkan pernah tahu mau kemana jika tidak tahu kita berada dimana. Kalau dari nagari Sunda, kita kenal ada Bujangga Manik (1500an) yang bertualang/berziarah berjalan kaki menyusuri pulau Jawa hingga ke Bali. Dalam catatan perjalanannya, terdapat banyak sekali nama-nama tempat yang masih ada sampai sekarang. 

Jadi, sudah tahukah asal muasal nama daerah tempat kita tinggal sekarang?