Aku suka kopi Americano, Toraja, apapun yang pahit dan hitam aku minum. Kopi buatku bukan sekadar minuman, tapi ritual. Ada sesuatu yang menenangkan dari menyeruput kopi panas di pagi hari rasanya seperti ajakan untuk berpikir, refleksi diri, atau sekadar alasan biar nggak buru-buru mulai ke sekolah. Banyak orang bilang kopi bikin nggak ngantuk. Menurutku sih iya… tapi cuma beberapa jam aja setelah efeknya habis, ya ngantuk lagi. Kopi itu seperti teman yang janji nemenin kita semalaman, tapi jam 2 pagi udah ngilang duluan.
Tapi satu hal yang menarik, kopi sekarang udah jadi lebih dari sekadar minuman. Kopi itu budaya, lihat aja anak-anak muda seusiaku nongkrong di coffee shop udah kayak agenda wajib. Kalau dulu tempat ngumpul itu warung nasi goreng pinggir jalan, sekarang ke coffe Shop estetik yang ada tanaman hias di pojokan dan playlist-nya lagu-lagu indie yang bikin suasana makin kekinian.
Aku sering lihat mereka pesan café latte, caramel macchiato, atau entah apalagi yang namanya makin panjang dari isinya. Kadang kepikiran “Lemah banget minum latte, nggak autentik rasanya. Kopi kok malah jadi susu, dikasih gula, dikasih sirup ini itu sampai pahitnya hilang". Tapi ya sudahlah mungkin memang cara orang menikmati kopi beda-beda. Ada yang suka pahitnya, ada yang suka manisnya, ada yang minum biar melek, ada yang minum biar keren, ada yang minum karena butuh kafein, dan ada yang minum cuman untuk konten.
Pada akhirnya kopi bukan cuma soal rasa, tapi soal cerita di baliknya. Mungkin aku tetap akan setia dengan Americano dan Torajaku, sementara yang lain dengan latte dan caramel macchiatonya. Tapi apapun itu, kita tetap punya kesamaan, kita semua cuma orang-orang yang butuh jeda sebentar di tengah hidup yang semakin cepat.
Jadi, ngopi cuy. Mau pahit, manis, atau bahkan tanpa kopi sekalipun yang penting dinikmati.