Setiap hari Sabtu selama 1,5 tahun ke depan, saya belajar bersama dengan teman-teman baru di jenjang yang baru pula. Sudah 6 bulan terakhir ini saya mengenal mereka, semenjak masuk semester 1. Teman-teman ini berasal dari latar belakang pekerjaan yang sama sekali berbeda. Jadi, ada banyak cerita menarik dari berbagai aspek dan sudut pandang yang mereka bagikan. Mulai dari topik keseharian, liburan, pengalaman hingga pekerjaan. Hal yang menarik dari beberapa cerita yang saya dengar, yaitu mengenai iklim kerja di organisasinya masing-masing.
Teman saya, panggil saja T, bercerita mengenai pekerjaannya di bank. Ia juga sempat bercerita bahwa ia memiliki teman-teman yang menyenangkan dan asyik diajak berbincang serta bekerja sama. Namun hal-hal yang kurang nyaman juga terjadi di sana. Teman saya yang lain, S, berbagi mengenai keluh kesah pekerjaannya. Ia mulai gamang dan berpikir ulang mengenai seberapa lama lagi ia akan bekerja di perusahaan tersebut. Seketika saya jadi teringat mengenai stigma yang pernah saya dengar, bahwa 'Kamu gak akan menemukan teman di fase kerja. Kerja itu melelahkan. Kerja itu hanya untuk cari uang. Harusnya cari teman itu saat sekolah atau kuliah karena itu masa-masa paling indah.'
Bukan kebetulan, akhirnya saya menambatkan diri dan keseharian saya di Rumah Belajar Semi Palar. Tempat dimana kita sebagai individu tidak terlepas dari orang lain dan peran lain. Sebuah organisasi yang menyebut dirinya rumah belajar. Menurut saya pribadi, rumah belajar berarti suatu tempat yang menaungi, yang membuat kita merasa nyaman melakukan berbagai hal bersama orang-orang tersayang. Seringkali saya sampai lupa bahwa di sini saya sedang bekerja. Kerja dalam artian yang sesuai dengan KBBI kegiatan untuk melakukan sesuatu yang dilakukan atau diperbuat dan sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah, mata pencaharian. Setiap hari, seingat saya, saya sedang berbagi dan belajar dari dan untuk siapapun. Jika dihubungkan lagi dengan cerita di atas, jarang sekali saya merasakan energi negatif selama bekerja di Smipa. Agak berbeda dari pengalaman beberapa teman saya yang lain, memang. Di Smipa, saya mengenal dan menjalin relasi yang baik dengan teman kerja yang baik dan inspiratif. Peran-peran pendukung lain di sini juga mengisi kepingan yang saya perlukan. Belum lagi relasi yang terjalin dengan orangtua dan anak. Saya yakin, bukan hanya saya yang merasakan ini. Di sini saya hanya ingin berbagi rasa. Rasa yang berhasil ditumbuhkan dalam diri sosok-sosok yang ada di dalam rumah belajar ini.