AES7 Sebagaimana | Ngacapruk
DwiY
Saturday February 14 2026, 9:18 AM

Dari kejauhan, terlihat angkot lusuh tengah menurunkan kelompok kecil penyusur pasar yang sedang bermisi mengulik ciri khas kota Bandung. Hiruk pikuk dan keriuhan pasar karena lalu lalang warga juga cahaya matahari yang mulai tertahan oleh atap yang saling bertempuk, menjadi bumbu tambahan ketika kelompok penyusur berjumpa dengan salah satu kios sempit penjaja aneka zine. Kami sempat menanti sejenak sosok penunggu kios itu karena saat tiba di sana tidak ada satupun penunggunya. Tak lama sosok berompi hitam dengan patch bersimbol "damai", betopi hitam, dan syal hitam berkacamata menghampiri kami dengan sapaan dan senyuman hangatnya. 

Tak butuh waktu lama kami langsung saling berbaur di lorong kios yang berpotensi membuat pundak kami saling beradu. Pernak pernik cilik dengan warna ciamik tampak melebur dengan lipatan-lipatan kertas berwujud zine dengan judul-judul fantastik terlihat tersusun apik di ruang kios itu. Sembari berbincang dan berdiskusi kami diajak membuat zine sederhana melalui secarik lembar kertas berukuran A5 yang dimasukan ke dalam amplop. Dengan gaya sesuka ria, kami pun menyambut antusias ajakan itu. 

BANDUNG

sebagaimana sebuah kota yang hiruk pikuk

begitu pula BANDUNG yang ingin ku peluk

sebagaimana sebuah kota yang tak pernah lapuk

begitu pula BANDUNG yang tak pernah tunduk

 

cihapit | 5 2 2026 | BANDUNG

 

Andy Sutioso
@kak-andy   one week ago
Terima kasih ngacapruknya yang berkelanjutan kak Dwi. Sekecil apapun, catatan di Ririungan selalu jadi kepingan yang menarik. Nuhuun. 🙏🏼