Ada dua orang yang berdiri bersebelahan. Setelah lama berbincang, salah satunya mundur perlahan. Mundur lagi pelan-pelan. Mundur terus, sampai jarak diantara keduanya renggang.
Lalu yang berjalan pelan mundur itu melihat bahwa teman bicaranya sudah jauh di depan. Ia pun berkata, “Mengapa kau meninggalkan aku.” Tidak pakai tanda tanya, retoris soalnya.
Ada dua orang lain yang sedang duduk-duduk menikmati suasana. Salah satunya bangkit berdiri dan mendadak marah-marah karena berisik anak-anak bermain di lapangan depan.
Ia bertanya kepada temannya yang masih duduk tenang, “Bagaimana bisa masih tenang kau, tiga jam menerus suara teriak-teriak itu dan masih sampai sekarang kedengaran?”
Jawab temannya, “Mungkin karena aku tidak mendengarkan, walaupun jelas kedengaran. Sedangkan kau mungkin terlalu mendengarkan, sampai yang tidak kedengaran pun jadi terdengar jelas.”