AES48 Jadi diri sendiri tuh gimana sih?
nathania
Friday October 1 2021, 6:44 AM
AES48 Jadi diri sendiri tuh gimana sih?

 Dari SMP aku selalu berpikir, “gimana sih jadi dirisendiri tuh?”. Pertanyaan itu selalu mengganggu pikiranku. Pernah satu ketika aku ngobrol Bersama Karmel, saat kami masih SMP. Awalnya kami mengobrol biasa, semua kami obrolin.Tapi tiba-tiba kami saling membahas, kalau kami suka dibilang bermuka dua, karena kalau kami bertemu banyak orang, kami menyesuaikan diri dengan sikap orang itu. Jadi istilahnya, kalau ke A sikapku jadi A, kalau ke J sikapku jadi J juga. jadi berubah-ubah.

Kemudian keresahan yang muncul lagi adalah, takut dibilang bermuka dua, atau munafik, karena pada saat itu sedang booming di medsos teman-teman yang munafik, dan bermuka dua. Siapa yang suka dibilang seperti itu, sepertinya tidak ada. Maka dari itu aku tidak mau di bolang munafik, atau bermuka dua.

Sering kali aku coba untuk menyamakan sikap ku, cara bersosialisasi ku se setiap orang. Tapi nihil hasilnya tidak seperti yang diinginkan, bukannya nambah teman malah pada menjauh. Maka dari itu aku selalu menyesuaikan diriku dengan sikap tiap orangnya. Walaupun pasti saja akan dapat omongan yang tidak enak, seperti “ih kok kamu beda sih pas sama si A?”, “ih aneh kamu mah tiba-tiba berubah pas si B dateng!”. Kurang lebih seperti itu omongan yang ku dapat.

Tentu saja aku ingin jadi diriku sendiri kalau sedang bersosialisashi, agar tidak perlu berubah=- ubah. Tapi setelah ku pikir kembali sepertinya tidak akan mungkin, karena setiap orang tu berbeda, dan kalau kita memilih menjadi terus diri sendiri setiap disegala situasi, untuk apa ada adaptasi kalau begitu. Kemudian aku juga pernah nonton psikolog membahas tentang ini, dan katanya hal ini bukan jadinya munafik, atau bermuka dua, tapi artinya kami bisa menyesuaikan diri di segala tempat dan situasi. Lalu ada kata terakhir yang cukup membekas di benak ku, yaitu “Ekspresi orang lain terhadap kit aitu bukan tanggung jawab kita, itu tanggung jawab orang tersebut. Maka dari itu kita tidak perlu memikirkan kata orang, dan tidak perlu takut dengan ekspresi emosi orang lain yang akan terlontarkan.”.

You May Also Like