"I think I am going to watch some cheesy movies." Kata saya sambil memainkan remote control dan memilih film-film drama di berbagai aplikasi yang saya miliki di televisi.
"O My God!" Celetuk Nina
"Why? A cheesy movie makes me feel good, and calm, not getting angry or worse, scared." Jawab saya dengan santai
"Sure." Jawab Nina yang sama sekali tidak pernah menyukai film-film semacam itu.
Hari ini saya memang memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa. Saya ingin menikmati hari beristirahat. Tadi pagi Nina yang tertarik makan waffle, saya ajak ke waffle house, salah satu restoran murah di pinggir kota yang belum pernah kami kunjungi. Tiba di sana dan melihat cara mereka bekerja, saya anggap ini restoran yang mediocre, yang biasa saja, dengan menu standar dan pelayanan ala kadarnya. Makanannya pun biasa-biasa saja, hashbrown yang rasanya seperti mie (hahahaha) karena saya yakin mereka menyajikan kentang yang sudah diproses kemudian dicetak dengan alat modern seperti kentang parut dengan konsistensi yang menurut saya tidak lazim dan serasa tidak makan kentang. Waffle yang mereka sajikan juga sangat klasik, seperti waffle rumahan. Telur setengah matang-nya juga agak undercooked, sehingga saya masih melihat putih telur yang masih mentah. Memang murah, tapi saya kalau boleh memilih, akan memilih menghabiskan beberapa dollar lagi dan menikmati makanan di tempat yang lebih baik.
"Jo always finds something to say about food!" Kata Garret Kemarin yang juga disetujui oleh Sam.
"He is a real food critic." Jawab Sam sambil menyuapkan makanan.
Itu kemarin ketika kami duduk makan siang bersama. Saya mengatakan ada sesuatu yang tidak biasa dengan tartar sauce yang Ram's Horn dining center sajikan bersama tilapia goreng. Di meja itu ada Executif chef dan beberapa rekan kerja dari Store Room.
"No, I am just a complainer." Jawab saya sambil tertawa dan berpikir. Saya memang tukang membahas makanan. Maklum lah, saya pencinta makanan dengan sensitifitas lidah yang unik jadi bisa merasakan sesuatu yang menurut saya janggal.
"At least they do not use fake clarified butter." Kata saya pada Nina ketika menyuapkan toast yang sudah diolesi mentega. Saya sangat benci dengan clarified butter abal-abal karena lidah saya dapat merasakan after taste yang tidak menyenangkan.
Sesudah sarapan saya punya janji dengan dokter gigi. Kemarin crown sementara yang dipasang beberapa hari lalu lepas, jadi butuh disemen ulang sebelum crown yang permanen siap dipasang minggu depan. Saya sudah bolak-balik ke dokter gigi setidak-tidaknya lebih dari 5 kali. 2 kali crown sementara itu lepas dan pecah karena tergigit. Ini crown yang ke-3 dan lepas lagi. Tempat praktik dokter itu bahkan sudah mengenal saya karena terlalu sering datang dan saya sendiripun agak malu karena terus menerus menelepon untuk membuat janji. Saya datang jauh lebih awal dan 15 menit kemudian saya sudah berkendaraan untuk pulang. Dan memulai hari bersantai-santai.
Sangat menyenangkan menikmati hari tanpa ada kegiatan serius, tidak memikirkan pekerjaan dan juga melepaskan diri dari tugas domestik. Saya tidak mau bekerja sama sekali. Tidak ada daftar apapun yang memuat pekerjaan. Hari ini sengaja saya kosongkan. Memang ada sarapan, memang ada janji dengan dokter gigi, selebih itu tidak ada.
Sorenya, Nina, saya, dan Kano sengaja berdandan, mengenakan pakaian yang agak bagus dan membawa toga kelulusan Kano dan juga Nina. Kami bertiga ke taman di kampus dan berfoto-foto ria. Kebetulan ada SMA yang hari ini juga mengadakan upacara wisuda, jadi di taman itu memang ada beberapa kelompok orang yang berfoto-foto. Kapan lagi? Wisuda hanya sekali seumur hidup untuk setiap jenjang pendidikan. Jadi itu adalah persitiwa penting. Kami menutup hari tanpa kegiatan penting dengan makan malam di restoran sushi favorit yang pengantaran makanannya mengunakan robot. Ini memang hari yang luar biasa!
Foto credit: linkedin.com